PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatra Utara mencatat lokomotif diesel seri BB302 sebagai salah satu sarana penggerak paling ikonik dan bernilai sejarah tinggi yang saat ini menjadi identitas khas perkeretaapian di wilayah Sumatra Utara.
Lokomotif BB302 Jadi Saksi Sejarah Perkeretaapian di Sumatra Utara
Silvana Febiari • 26 September 2026 17:02
Medan: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatra Utara mencatat lokomotif diesel seri BB302 sebagai salah satu sarana penggerak ikonik di wilayah Sumatra Utara (Sumut). Lokomotif tersebut juga memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi bagian dari identitas khas perkeretaapian di Sumut.
Manager Humas KAI Divre I Sumatra Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan lokomotif buatan Henschel, Jerman Barat, itu memiliki peran penting dalam modernisasi perkeretaapian di Sumut. Lokomotif tersebut menjadi bagian dari transisi penggunaan lokomotif uap menuju lokomotif diesel.
"BB302 menjadi bagian penting dari sejarah dieselisasi di Sumatra Utara. Lokomotif ini pernah menjadi tulang punggung perjalanan kereta api penumpang maupun barang, sekaligus menjadi identitas sarana perkeretaapian di wilayah ini," kata Anwar, dilansir dari Antara, Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga :
Menguak Rahasia Rel Bergerigi di Sumatra Barat
BB302 didatangkan Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1970, atau lima tahun setelah lokomotif diesel pertama hadir di Sumut pada 1965. Kedatangannya bertujuan memperkuat layanan angkutan komoditas perkebunan.
Dari total enam unit yang pernah diproduksi oleh Henschel untuk Indonesia, seluruhnya dialokasikan khusus untuk bertugas di wilayah Sumatra Utara.
Selama 25 tahun beroperasi, seluruh unit BB302 melayani angkutan penumpang dan barang. Setelah itu, lokomotif tersebut menjalani program modernisasi pada 1998 hingga 2000.
Langkah peremajaan tersebut berfokus pada penggantian mesin asli Maybach Mercedes-Benz menjadi mesin seri MTU (Motoren- und Turbinen-Union). Tujuannya meningkatkan performa serta memperpanjang masa pakai operasional.
Penggantian mesin MTU meningkatkan daya keluaran lokomotif dari semula 900 Horse Power (HP) menjadi 1.200 HP. Setelah modernisasi, lokomotif BB302 memiliki batas kecepatan maksimum hingga 80 kilometer per jam.

Lokomotif BB 302 70 01 sedang langsiran di Stasiun Medan. (Dokumentasi, Wikipedia)
Setelah 56 tahun menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian di Sumatra Utara, kini hanya tersisa satu unit BB302 yang masih aktif beroperasi di Divre I Sumut, yakni BB3027001. Lokomotif tersebut kini difungsikan khusus untuk mendukung kegiatan langsir di area stasiun.
Keberadaan unit tersisa ini semakin unik dengan livery vintage kuning-hijau khas era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). KAI Divre I Sumatra Utara terus merawat lokomotif langka tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah perkeretaapian nasional.
"Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatra Utara. KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini sebagai bagian dari pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia yang tetap memberikan nilai tambah bagi operasional hingga saat ini," jelas Anwar.