Banjir Bandang Terjang Solok, Ini Dampaknya

24 September 2026 08:11

Jakarta: Kabar datang dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang dilanda banjir bandang atau galodo setelah hujan dengan intensitas tinggi, mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Banjir membawa material lumpur, batu besar, dan juga datang ada batang kayu, hingga menerjang sejumlah kawasan permukiman dan perkantoran.

Kronologi kejadian


Hujan mengguyur Kabupaten Solok sejak Sabtu, 19 September 2026. Pada Senin, 21 September terjadi peningkatan debit air yang memicu banjir bandang atau galodo di Kecamatan Gunung Talang. Banjir ini membawa material lumpur, batu besar, dan kayu yang menerjang kawasan perkantoran, serta juga permukiman. Kantor Dinas PUPR dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara satu alat berat tertimbun material longsor. Dampak banjir bandang juga dirasakan di bidang infrastruktur, dan juga akses transportasi masyarakat. Jalan di Pandang Solok terdampak material lumpur dan juga batu yang terbawa arus banjir.

Sebelumnya juga dilaporkan, terdapat jembatan yang mengalami kerusakan hingga putus akibat bencana tersebut. Kondisi ini tentu saja berdampak pada aktivitas masyarakat, dan membutuhkan penanganan serta pembersihan material, agar akses transportasi dapat kembali digunakan dengan aman. 

Wilayah terdampak dan kerusakan


Banjir bandang berdampak juga pada sejumlah wilayah. Di antaranya ada di Gunung Talang, Arosuka, Batang Barus, dan Koto Gaek Bugo. Berdasarkan data sementara, ada sebanyak 11 kantor pemerintah ini terdampak. Sementara ada 21 kendaraan rampad atau mobil, dan 7 sepeda motor mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah rumah warga serta fakultas umum juga terdampak akibat material banjir. 

Jumlah korban


Untuk kondisi korban, data yang terkonfirmasi bahwa sementara ini mencatat ada empat orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu lainnya dirujuk ke SPH Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Selain korban luka, satu warga bernama Agusra, berusia 59 tahun dilaporkan masih hilang. Dan proses pencarian saat ini terhadap penanganan terhadap warga terdampak terus dilakukan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia. 

Lokasi pengungsian


Sementara itu untuk memastikan bahwa keselamatan warga yang terdampak pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi pengungsian.

Berdasarkan informasi dari BPBD, sebanyak sembilan  keluarga atau 32 jiwa telah ditempatkan di dua lokasi yang aman yang disiapkan pemerintah daerah. Satu lokasi pengungsian tersebut berada di rumah Wakil Bupati Solok.

Kondisi para pengungsi di wilayah terdampak ini masih terus dipantau. Sementara proses penanganan bencana pencarian korban serta pendataan ini terus juga dilakukan oleh pihak terkait. Hingga saat ini, tinggabungan masih melakukan proses pencarian korban evakuasi warga sekaligus membersihkan material yang menutup akses transportasi.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X