Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Terorisme

20 March 2026 10:52

Presiden Prabowo Subianto merespons kasus kekerasan yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam keterangannya, Presiden mengutuk keras aksi penyiraman air keras tersebut dan mengategorikannya sebagai tindakan terorisme.

Presiden Prabowo menyebut serangan terhadap aktivis tersebut sebagai aksi yang biadab. Ia memastikan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk mengungkap dalang atau aktor intelektual di balik serangan tersebut.

"Saya minta diusut benar ya, sampai aktornya," tegas Presiden Prabowo.

Dalam merespons dugaan keterlibatan oknum tertentu, Presiden Prabowo menegaskan tidak akan memberikan perlindungan bagi siapa pun yang bersalah, meskipun pelaku diduga berasal dari lingkungan aparat keamanan. Ia menekankan bahwa sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, tugas utamanya adalah membela dan melindungi rakyat.

"Percayalah saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat," ujarnya.
 

Baca juga: Bedah Editorial MI - Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

Presiden juga memberikan jaminan langsung bahwa tidak boleh ada warga negara yang diintimidasi atau diteror karena menyuarakan kritik terhadap pemerintah. 

Terkait proses hukum, Presiden Prabowo meminta Kepolisian RI (Polri) serta lembaga penegak hukum lainnya untuk bekerja secara maksimal. Meski tetap bersikap realistis mengenai tenggat waktu, ia mendesak agar kapasitas penegakan hukum digunakan sepenuhnya untuk menyelesaikan kasus ini.

Guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengusutan kasus Andrie Yunus, Presiden Prabowo menyatakan membuka kemungkinan untuk membentuk tim independen. "Kita bisa pertimbangkan (pembentukan tim independen)," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)