2 July 2026 11:37
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini menjadi yang pertama kalinya setelah Indonesia mengalami surplus dagang selama 72 bulan berturut-turut.
Dikutip dari program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 2 Juli 2026, pencapaian ini memutus tren positif surplus dagang yang sudah bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Padahal, pada April 2026, neraca dagang Indonesia masih mencatatkan surplus USD89,1 juta.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan defisit neraca perdagangan Mei 2026 disebabkan komoditas migas yang defisit sebesar USD3,76 miliar. Penyumbang utama defisit berasal dari komoditas hasil minyak dan minyak mentah.