Jakarta: Pemerintah terus mendorong percepatan transformasi kesehatan nasional untuk memberi akses layanan masyarakat dan juga akses yang lebih luas pastinya. Langkah ini menjadi penting, karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan. Mulai dari penyakit menular dan juga penyakit tidak menular sampai dengan persoalan belum ratanya akses layanan kesehatan di berbagai daerah.
Karena itu, melalui program Quick Win di bidang kesehatan, pemerintah berupaya memperkuat deteksi dini, mempercepat pengobatan dan memodernisasi fasilitas kesehatan serta membangun rumah sakit di daerah.
Gambaran kondisi Kesehatan Indonesia saat ini
Indonesia saat ini masih menghadapi adanya beban ganda penyakit. Artinya, sistem kesehatan kita masih harus menangani adanya dua tantangan besar dalam waktu bersamaan. Di satu sisi, Indonesia menghadapi adanya penyakit menular seperti
TBC yang sampai dengan saat ini masih menjadi masalah serius bagi Indonesia. Bahkan Indonesia ini menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia.
Indonesia bahkan masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi dimana menurut data Kementerian Kesehatan, tahun 2024 Indonesia diperkirakan menyumbang 10% kasus TBC secara global atau sekitar 1,08 juta kasus. Di sisi lain, mengapa ini disebut beban ganda? (Karena masih ada beban penyakit tidak menular yang juga terus meningkat. Seperti misalnya kasus hipertensi dan juga diabetes, bahkan penyakit jantung dan stroke.
Ini menjadi perhatian serius karena sering tidak menimbulkan gejala di awal atau yang biasa disebut sebagai
silent killer, diam-diam membunuh. Banyak orang yang baru menyadari kondisinya setelah muncul komplikasi. Tantangan ini semakin kompleks karena kemudian ternyata akses layanan kesehatan belum merata sepenuhnya di Indonesia. Misalnya kalau kita lihat di lokasi atau daerah terpencil, kepulauan dan juga wilayah 3T ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas, tenaga kesehatan maupun alat medis.
Program quick win di bidang Kesehatan
Kondisi inilah yang menjadi dasar dari pemerintah untuk mempercepat transformasi dari kesehatan nasional. Untuk itu kita lihat apa saja program Quick Win dari pemerintah untuk menjawab tantangan kesehatan di mana pemerintah menjalankan ada berbagai program yang diarahkan agar masyarakat tidak hanya mendapat layanan saat sudah sakit tapi juga bisa mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis atau CKG. Program ini sekarang sudah diperluas ke seluruh provinsi yaitu 38 provinsi dan pada tahun ini disebut telah menjangkau lebih dari 42 juta peserta. Pemerintah juga menggeser fokus dari CKG ini bukan saja untuk pemeriksaan awal tetapi juga untuk pengobatan lebih lanjut yang juga memberikan dampak yang lebih tepat sasaran.
Artinya jika dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan misalnya ada tekanan darah tinggi, gula darah tinggi atau risiko penyakit lain masyarakat bisa langsung diarahkan untuk mendapat pengobatan atau rujukan. Nah dengan cara ini penyakit bisa ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi.
Pemerintah juga dalam program Quick Win ini berupaya memperkuat penanganan kasus TBC melalui adanya deteksi yang lebih agresif dimana pendekatannya tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan tapi juga mendorong pemeriksaan kontak erat hingga tingkat rumah tangga.
Di puskesmas layanan TBC juga diarahkan menjadi layanan satu pintu mulai dari screening, diagnosis hingga pengobatan. Selain itu pemerintah juga menyiapkan adanya distribusi peralatan kesehatan ada sekitar seribu unit ALKES atau alat kesehatan modern yang sudah didistribusikan ke 514 kabupaten dan kota dimana alat kesehatan ini tentunya mencakup perangkat diagnostik dan juga layanan spesialis seperti CT scan, MRI, kemudian mamografi hingga CAT lab. Dengan dukungan dari alat kesehatan modern rumah sakit daerah diharapkan bisa menangani lebih banyak kasus tanpa harus selalu merujuk pasien ke kota besar atau ke tempat yang lebih jauh dan membutuhkan waktu.
Dan juga pemerintah di tahun 2026 menurut keterangan presiden kemarin di Lampung menyebut bahwa sudah ada pembangunan 22 RSUD atau rumah sakit umum daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk bisa memperkuat layanan rujukan terutama di daerah yang selama ini masih kekurangan fasilitas kesehatan.
Target pemerataan layanan kesehatan
Transformasi kesehatan nasional tidak hanya berfokus pada program jangka pendek pemerintah juga menyiapkan target pemerataan layanan kesehatan dalam jangka menengah dan jangka panjang.
Ini salah satunya adalah pembangunan dan juga renovasi sekitar 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia. Target ini dimaksudkan supaya masyarakat di berbagai daerah bisa mengakses layanan rujukan yang lebih dekat dan juga lebih cepat bahkan lebih lengkap. Ini targetnya adalah bisa rampung dalam 3 tahun ke depan.
Selain itu di tingkat layanan dasar pemerintah juga memodernisasi 10 ribu puskesmas. Dimana puskesmas ini menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, pencegahan penyakit dan juga bahkan imunisasi atau pemantauan kesehatan ibu dan anak sampai memberikan penanganan penyakit kronis seperti hipertensi dan juga diabetes. Karena itu modernisasi puskesmas menjadi kunci supaya layanan kesehatan tidak hanya kuat di rumah sakit tapi juga kuat di tahap kesehatan dasar.
Pemerintah juga menyiapkan adanya pembukaan 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran. Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah tenaga medis bahkan sampai dokter supaya bisa memperbaiki distribusi dari tenaga medis dan dokter di seluruh daerah. Sebab pemerataan fasilitas kesehatan tentu tidak akan optimal kalau tidak didukung dengan tenaga kesehatan yang cukup.
Dengan berbagai target ini, pemerintah berupaya untuk membangun sistem kesehatan yang lebih merata, yang preventif juga dan juga siap menangani kebutuhan masyarakat di seluruh daerah.
Pernyataan Presiden Prabowo
Dalam meresmikan RSUD kemarin yaitu RSUD Ki Haji Muhammad Tahir di Krui, Lampung. Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan salah satu komitmen pemerintah adalah untuk mencegah adanya penyelewengan bahkan korupsi dalam pelayanan. Tentu dalam konteks ini juga adalah di pelayanan kesehatan. Presiden mengatakan tidak boleh ada penyelewengan korupsi dalam pelayanan.
Pemerintah akan mengusahakan obat yang murah. Dalam setahun ini harapannya bisa memberikan obat jenerik yang tentunya murah dan terjangkau bagi masyarakat. Dan percepatan transformasi kesehatan nasional tentu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjawab tantangan kesehatan Indonesia yang semakin kompleks. Mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular dan juga pemerataan akses layanan kesehatan.
Melalui cek kesehatan gratis, percepatan penanganan TBC dan pembangunan rumah sakit serta modernisasi puskesmas, kemudian juga penambahan tenaga medis, pemerintah berharap layanan kesehatan dapat semakin dekat, cepat dan juga terjangkau bagi seluruh masyarakat di Indonesia.