Manuver Parpol Tentukan Calon di Pilpres 2024

13 April 2023 08:53

Manuver partai politik dan beberapa nama tokoh yang kerap masuk bursa survei capres-cawapres kian gencar. Mulai dari wacana pembentukan koalisi besar, hingga isu hengkangnya elit parpol dari satu parpol ke parpol lain.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani mengatakan manuver-manuver itu merupakan dinamika politik atau dinamika antar politik. Ia juga menyebut, wacana mengenai koalisi besar juga menjadi pembahasan di internal Koalisi Indonesia Bersatu.

"Dinamika politik atau dinamika antar partai politik itu terus berlangsung. Jadi, tidak pas jika dihadap-hadapkan antara KIB dengan koalisi besar, yang jelas gagasan mengenai koalisi besar itu juga dibicarakan di KIB," ujar Arsul dalam Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis (13/4/2023).

Namun, Arsul Sani mengatakan, bagi PPP pemilihan presiden lebih baik diikuti dari dua pasang calon. Hal ini karena, ketika ada lebih dari dua pasang calon keterbelahan di masyarakat bisa diminimalisir.

"Bagi PPP, lebih baik pilpres diikuti dari dua pasang calon. Hal ini karena, dua pilpres yang lalu, dengan dua pasang calon keterbelahan tercipta dengan lebar di masyarakat. Kita memilki pengalaman, ketika pilpres diikuti lebih dari dua pasang, keterbelahan di masyarakat relatif jauh lebih terkendali," ujar Arsul.

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal, manuver partai politik bukan sekedar hanya bentuk dari koalisi, tetapi juga bentuk tawar menawar parpol. 

"Manuver partai politik, bukan hanya sekedar bentuk dari koalisi, hari ini sudah masuk di level yang berikutnya yaitu, membangun bergaining artinya sudah ada posisi tawar menawar dari masing-masing partai," ujar Azhari.

Tidak hanya itu, Azhari mengatakan, saat ini manuver politik sudah ada yang di level koptasi atau memaksa. Salah satunya ajakan PPP ke sandiaga Uno.

"Bahkan hari ini, ada juga level manuver partai politik yang sudah masuk kooptasi artinya memaksakan satu sosok. Salah satunya ajakan PPP ke sandiaga Uno, dalam konteks secara persuasif mengambil kekuatan dari partai untuk mendukung calon tertentu. bisa jadi, ini menjadi salah satu strategi atau manuver," ucap Azhari. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M. Khadafi)