21 September 2026 14:02
Jakarta: Jejak penggunaan zat psikoaktif oleh manusia ternyata sudah ada sejak puluhan ribu tahun lalu. Hal ini terungkap melalui penelitian terhadap sisa kerangka manusia purba yang ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manusia pada masa itu diduga telah mengisap buah pinang untuk mendapatkan efek psikoaktif.
Penelitian yang dilakukan tim dari Griffith University dan diterbitkan dalam jurnal Science Advances menemukan bukti bahwa manusia di Sulawesi telah menggunakan buah pinang atau betel nut sekitar 25 ribu tahun lalu. Temuan ini disebut sebagai salah satu bukti tertua penggunaan zat psikoaktif oleh manusia.
Zat psikoaktif adalah zat yang dapat memengaruhi cara kerja otak dan menyebabkan perubahan suasana hati, kesadaran, perasaan, pikiran, hingga perilaku.
Para peneliti menganalisis sisa kerangka dua manusia purba yang ditemukan di Sulawesi. Salah satu individu diperkirakan hidup sekitar 16 ribu hingga 25 ribu tahun lalu, sedangkan individu lainnya berasal dari sekitar 7.600 hingga 6.300 tahun lalu.
Petunjuk penggunaan pinang ditemukan pada kondisi gigi kedua individu tersebut. Peneliti menemukan pola keausan berbentuk alur yang dalam dan membulat. Pola tersebut diduga terbentuk karena kebiasaan mengisap buah pinang yang keras secara berulang.
Buah pinang berasal dari pohon pinang (Areca catechu). Saat dikonsumsi, buah ini mengandung senyawa arekolin yang dapat memberikan efek stimulasi terhadap sistem saraf.
Untuk memperkuat dugaan tersebut, peneliti menemukan jejak arekolin pada jaringan gigi manusia purba. Eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa ketika buah pinang bersentuhan dengan air liur buatan, senyawa arekolin dapat dilepaskan dalam jumlah yang cukup untuk memberikan efek fisiologis pada otak. Namun, efek tersebut diperkirakan tidak sekuat konsumsi pinang dengan cara modern yang melibatkan kapur sirih.
Penggunaan pinang dalam jangka panjang juga diketahui dapat menyebabkan kerusakan gigi yang parah. Pada beberapa sisa kerangka, keausan bahkan telah mencapai bagian dalam gigi hingga mengekspos ruang pulpa yang dipenuhi saraf dan pembuluh darah.
Peneliti menduga kebiasaan tersebut mungkin awalnya digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk membantu mengurangi rasa sakit pada gigi. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan mengisap pinang justru dapat memperparah kerusakan gigi dan menyebabkan masalah periodontal.
Temuan di Sulawesi ini juga memberikan gambaran baru mengenai sejarah penggunaan zat psikoaktif. Sebelumnya, salah satu bukti tertua yang diketahui berasal dari konsumsi minuman hasil fermentasi jelai di wilayah Israel sekitar 13 ribu tahun lalu.
Sementara itu, bukti dari Sulawesi menunjukkan bahwa manusia kemungkinan telah menggunakan bahan psikoaktif sekitar 25 ribu tahun lalu, jauh sebelum masyarakat mengenal pertanian.
Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi tanaman dengan efek psikoaktif bukan hanya muncul setelah manusia mulai hidup menetap dan bercocok tanam. Tradisi tersebut kemungkinan sudah dilakukan oleh kelompok pemburu-pengumpul sejak zaman prasejarah.
Nah, temuan dari Sulawesi ini menunjukkan bahwa penggunaan tanaman psikoaktif ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dari yang selama ini diketahui. Jejak pada gigi manusia purba bahkan menjadi petunjuk bahwa kebiasaan tersebut sudah dilakukan puluhan ribu tahun lalu, sebelum manusia mengenal pertanian.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)