Jakarta: Air merupakan salah satu kebutuhan paling penting bagi tubuh manusia. Asupan cairan yang cukup berperan besar dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, mulai dari kesehatan kulit, sistem pencernaan, pembuangan zat sisa, hingga menjaga fungsi sendi dan mata. Karena itu, kekurangan cairan tidak boleh dianggap sepele.
Salah satu dampak paling berbahaya akibat kekurangan cairan adalah dehidrasi berat. Kondisi ini dapat menjadi awal dari berbagai masalah kesehatan serius apabila tidak segera ditangani. Risiko dehidrasi berat dapat dialami siapa saja, terutama mereka yang kurang minum, mengalami diare, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, atau memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas, dan kondisi lingkungan. Menurut data AloDokter, terdapat sejumlah gejala dehidrasi berat yang perlu dikenali sejak dini. Gejala awal yang paling umum adalah rasa haus berlebihan, namun masih ada beberapa tanda lain yang patut diwaspadai.
Gejala-Gejala Dehidrasi Berat
Berikut beberapa gejala
dehidrasi berat yang perlu dikenali:
- Sakit kepala, terutama di bagian depan.
- Merasa linglung atau pusing.
- Kulit terasa kering.
- Warna urine menjadi lebih gelap.
- Jarang buang air kecil.
- Tubuh terasa sangat lemas, mudah lelah, bahkan seperti akan pingsan.
Risiko Kesehatan Akibat Dehidrasi Berat
Berbeda dengan dehidrasi ringan,
dehidrasi berat umumnya memerlukan penanganan medis di rumah sakit. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan serius.
1. Kejang
Dehidrasi berat dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu kontraksi otot yang tidak normal hingga menyebabkan kejang. Pada kasus tertentu, kejang juga dapat disertai hilangnya kesadaran.
2. Gangguan Ginjal
Dehidrasi berat yang tidak segera ditangani atau terjadi berulang kali dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga gagal ginjal.
3. Cedera Akibat Cuaca Panas
Kekurangan cairan yang disertai aktivitas fisik berat saat cuaca panas dapat meningkatkan risiko cedera akibat panas (heat-related illness), mulai dari kram panas, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas (heatstroke).
4. Syok Hipovolemik
Syok hipovolemik merupakan salah satu komplikasi paling berbahaya dari dehidrasi berat. Kondisi darurat ini terjadi ketika volume darah dalam tubuh menurun drastis sehingga tekanan darah dan pasokan oksigen ke organ-organ vital ikut menurun. Jika tidak segera ditangani, syok hipovolemik dapat mengancam nyawa.
Nah, itulah sejumlah gejala dan risiko
dehidrasi berat yang perlu diwaspadai. Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai komplikasi yang dapat membahayakan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)