26 April 2026 13:58
Jakarta: Keterbatasan pasokan MinyaKita menyebabkan harga minyak goreng di sejumlah pasar mengalami kenaikan signifikan, seperti yang terjadi di Pasar Tomang Barat (Kopro), Jakarta Barat (Jakbar) dan Pasar Karang Ayu, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Harga minyak goreng di Pasar Kopro, Jakbar melonjak tinggi
Harga minyak goreng di Pasar Kopro, Jakbar mengalami kenaikan cukup tinggi. Untuk minyak goreng kemasan 1 liter dijual sekitar Rp26 ribu dari harga sebelumnya Rp25 ribu, sedangkan ukuran 2 liter mencapai Rp50 ribu. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang dan turut menekan daya beli masyarakat.
"Untuk kemasan Rp26-27 ribu untuk yang 1 liter. Kalau yang 2 liter kurang lebih RP46-50 ribu," ungkap Salah Satu Pedagang, Wawan, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu, 26 April 2026.
Wawan menyebut kenaikan harga ini sudah berlangsung sekitar satu bulan yang lalu. Ia menilai salah satu penyebabnya adalah akibat lonjakan harga plastik yang meningkat hingga 100 persen.
"Mungkin karena kemasan (naik) signifikan. Plastik bisa sampai 100 persen," ungkap Wawan.
Selain itu, Wawan menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik turut berdampak pada harga minyak curah. Meski harga dasarnya sempat turun, biaya kemasan yang meningkat membuat harga jualnya ikut naik.
"Minyak curah ada penurunan, tapi mereka meningkat gara-gara kemasan. Karena kemasan plastik untuk minyak curah enggak mungkin satu lapis tapi dua lapis, sedangkan plastiknya akan naik," pungkasnya.
| Baca Juga: Akhir Pekan, Berikut Harga Telur Ayam dan Bawang Merah Hari ini |