Harga Minyak Mentah Brent Naik 0,7%

Ilustrasi, eksplorasi migas lepas pantai. Foto: Xinhua.

Harga Minyak Mentah Brent Naik 0,7%

Husen Miftahudin • 25 April 2026 09:00

Houston: Harga minyak dunia tercatat beragam pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor menyambut baik rencana perundingan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran yang lebih lanjut. Meskipun demikian, kontrak acuan harga minyak berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret, didorong oleh penutupan berkelanjutan Selat Hormuz yang penting.  

Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 April 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik 0,7 persen menjadi USD105,81 per barel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk kontrak beli atau jual di masa depan, justru turun sebanyak satu persen menjadi USD94,85 per barel.
 

Baca juga: Update Harga Minyak Dunia: Brent Tembus USD105/Barel
 

AS-Iran lanjutkan negosiasi


Harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran semakin meningkat setelah kedua negara mengatakan akan bertemu kembali di Pakistan untuk melakukan pembicaraan. Pengumuman perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Kamis juga turut mendukung suasana tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan ia memulai kunjungan tepat waktu ke Islamabad, Muscat, dan Moskow. Media pemerintah Iran dan Associated Press sebelumnya telah melaporkan tentang kunjungan tersebut, meskipun keduanya tidak menyebutkan apa pun tentang pertemuan Araghchi dengan para negosiator AS.

"Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Negara-negara tetangga adalah prioritas kami," ucap Abbas Araghchi.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengkonfirmasi laporan CNN bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan pengusaha Amerika Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut pada Sabtu pagi.

"Pihak Iran telah menghubungi kami, seperti yang diminta presiden, dan meminta percakapan tatap muka ini, jadi presiden mengirim Steve dan Jared untuk mendengarkan apa yang ingin mereka sampaikan. Dan kami berharap ini akan menjadi percakapan yang produktif dan mudah-mudahan dapat memajukan proses menuju kesepakatan," kata Leavitt kepada Fox News.

"Presiden selalu ingin memberi kesempatan pada diplomasi, itu selalu menjadi pilihan pertamanya dan dia bersedia melakukannya lagi di sini. Wakil Presiden tetap sangat terlibat dalam seluruh proses ini dan dia akan berada di Amerika Serikat, bersama dengan presiden dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan seluruh tim keamanan nasional untuk mendapatkan informasi terbaru, dan tentu saja, semua orang akan siaga untuk terbang ke Pakistan jika perlu, tetapi pertama-tama Steve dan Jared akan pergi ke sana," tambah Leavitt. 

Kemudian, Trump mengatakan kepada Reuters bahwa Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang akan memenuhi tuntutan AS, menambahkan bahwa dia belum tahu apa tawaran itu nantinya.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Brent dan WTI diprediksi bakal naik lagi


Pada Jumat, harga minyak Brent diperkirakan akan mengakhiri penurunan selama tiga minggu berturut-turut, sementara harga minyak WTI diperkirakan akan menghentikan penurunan selama dua minggu. Harga Brent naik 16,4 persen untuk minggu ini, sedangkan harga WTI naik 12,6 persen, dan keduanya menuju kinerja terbaik mereka sejak awal Maret.  

Kenaikan harga kedua kontrak minyak mentah ini adalah penutupan terus-menerus Selat Hormuz, jalur vital di lepas pantai selatan Iran yang dilalui seperlima dari minyak dunia.

Goldman Sachs memperkirakan produksi minyak mentah Teluk telah turun sekitar 14,5 juta barel per hari, atau 57 persen, dari tingkat sebelum perang, menunjukkan jika setelah selat tersebut dibuka kembali, pemulihan penuh dapat memakan waktu jauh lebih lama daripada yang diperkirakan pasar.

Produsen utama Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar, dilaporkan telah menjajaki rute pengiriman yang menghindari selat tersebut. Sementara itu, blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran juga memperburuk keadaan.  

Serangkaian aktivitas angkatan laut di dalam dan sekitar selat minggu ini telah menjaga ketegangan tetap tinggi. Iran telah menyita kapal-kapal yang mencoba menyeberangi selat tersebut, sementara AS mengatakan telah menangkap kapal-kapal Iran yang mencoba menerobos blokade Amerika. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)