Lestari Moerdijat Dorong Tari Lengger Banyumas Jadi Warisan Dunia UNESCO

17 June 2026 10:38

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong kesenian tradisional Tari Lengger Banyumas agar diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Komitmen ini ditunjukkan melalui gelaran dialog serap aspirasi bersama ratusan penari dan pegiat seni yang berlangsung di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jawa Tengah.

Momen pelestarian budaya ini juga diwarnai dengan aksi menari bersama yang melibatkan sekitar 5.000 penari lengger. Lestari Moerdijat sendiri turut serta menari bersama ratusan seniman sebagai bentuk apresiasi langsung terhadap kekayaan intelektual dan budaya lokal tersebut.

Upaya membawa Tari Lengger ke kancah internasional menjadi fokus utama dalam dialog tersebut. Lestari Moerdijat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dalam mengapresiasi serta mendorong agar kesenian khas Banyumas ini kelak sah menjadi bagian dari Warisan Budaya Dunia UNESCO.

"Pengakuan negara itu penting karena ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi bentuk bahwa Lengger betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini," ujar Lestari Murdiat yang dikutip Metro Pagi Primetime pada Rabu, 17 Juni 2026.
 

Baca juga: Lestari Moerdijat: Situs Batujaya Jadi Bukti Peradaban Luhur Bangsa Indonesia

Sejalan dengan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian seni ini. Bupati Banyumas secara resmi menetapkan ajang 'Lengger Bicara' sebagai agenda budaya tahunan.

Penetapan ini diharapkan menjadi wadah berkelanjutan bagi para pegiat seni untuk terus berkreasi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi. Melalui kegiatan rutin ini, Lestari Moerdijat berharap kaum perempuan dan para seniman terus berjuang menjaga marwah kesenian Lengger agar tidak punah dan tetap relevan bagi generasi mendatang.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman," ucap Rerie.

(Anggie Meidyana)