Nelayan Gaza Hadapi Risiko Serangan Israel

13 September 2026 17:55

Para nelayan di Gaza harus mempertaruhkan keselamatan mereka untuk mendapatkan hasil tangkapan dengan peralatan yang terbatas dan akses melaut yang semakin sulit akibat agresi Israel. Kondisi ini membuat hasil tangkapan menurun drastis.

Para nelayan mengaku terus dibayang-bayangi risiko penembakan, penangkapan, hingga kematian.

Di Pelabuhan Kota Gaza, perahu-perahu nelayan yang rusak bersandar di tengah kondisi serba terbatas. Sejumlah nelayan terlihat mendayung perahu menuju pantai, sementara nelayan lain memilah ikan dan kepiting hasil tangkapan

Sebelum perang pecah pada 7 Oktober 2023, nelayan di Gaza masih mengandalkan perahu bermotor, jaring, dan berbagai peralatan untuk menangkap ikan. Namun kini, sebagian nelayan hanya menggunakan perahu dayung yang membutuhkan tenaga lebih besar dan membatasi jangkauan mereka ke laut.
 



Nidal Al Daour mengatakan, sebelum perang, perahu bermotor dan peralatan menangkap ikan masih mudah digunakan. Namun kini, peralatan tersebut hampir tidak tersisa, bahkan harga perahu dayung meningkat tajam. Hasil tangkapan ikan pun turun drastis dibanding sebelum perang, sehingga membuat kehidupan para nelayan semakin berat.

Para nelayan menyatakan risiko besar termasuk pengusiran, penembakan, hingga kematian terus menghantui setiap kali mereka melaut. Di sisi lain, ikan dan kepiting yang berhasil ditangkap harus segera dipilih dan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di tengah kerusakan dan keterbatasan peralatan, para nelayan Gaza tetap berusaha melaut. Bagi mereka, menangkap ikan bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga satu-satunya keahlian yang mereka miliki untuk bertahan hidup.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X