.,
Syeha Shafira Alhaddar • 5 January 2026 18:50
Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kematian satu keluarga di sebuah kontrakan petak kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menewaskan seorang ibu dan dua anaknya. Pantauan di lokasi menunjukkan kontrakan tempat kejadian telah dipasang garis polisi dan ditutup rapat.
Penyidik masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa 10 saksi, dan menunggu hasil autopsi dari RS Polri untuk memastikan penyebab kematian. Korban meninggal diketahui berinisial SS (50), dan kedua anaknya, AAL (27) serta AAB (13).
Polisi mengungkap bahwa kejadian pertama kali ditemukan oleh salah satu anak SS yang baru pulang kerja dan mendapati keluarganya sudah tidak bernyawa. Pihak kepolisian menyebut sedang menelusuri penyebab munculnya busa di mulut dan ruam pada tubuh para korban.
Sejumlah barang bukti turut disita, seperti botol minuman, bungkus makanan, sepatu, hingga pakaian korban. Selain tiga korban yang meninggal, seorang putra dari SS berusia 22 tahun berhasil selamat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
Yanti selaku pemilik warung di lokasi itu mengaku tidak mengenal dekat keluarga tersebut. “Memang orangnya hampir gak pernah ketemu sama kita, ngobrol gitu gak. Karena kita lingkungannya memang sendiri-sendiri,” ujarnya. Ia juga kerap melihat keluarga korban sesekali keluar rumah sambil membawa wadah es dan diduga terkait usaha berjualan es, meski belum diketahui secara pasti.
Kini, area kontrakan tampak sepi. Gerbang utama menuju tiga pintu kontrakan digembok dan tidak dapat dimasuki media. Sedangkan kontrakan tempat kejadian berada di bagian tengah dan telah ditutupi garis polisi. Dua kontrakan lain di sisi kanan dan kiri juga tampak tanpa aktivitas.
Penyidik menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan apakah kematian ini disebabkan keracunan, tindakan bunuh diri, atau ada faktor lain. Kepolisian juga menegaskan proses penyidikan akan terus diperbarui hingga penyebab pasti kematian tiga anggota keluarga tersebut terungkap.
(Nada Nisrina)