Pelaku pembunuhan terhadap anak berusia 9 tahun di Cilegon dihadirkan saat press conference di Polres Cilegon.
Utang Kripto Jadi Motif Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon
Hendrik Simorangkir • 5 January 2026 17:37
Tangerang: Polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap MAHM, 9, anak dari seorang politikus PKS di Perumahan BBS, Kota Cilegon, Banten. Pelaku berinisial HA, 31, nekat melakukan pencurian disertai pembunuhan karena terjerat utang akibat investasi kripto.
"Jadi pelaku melakukan aksinya karena motif ekonomi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, Senin, 5 Januari 2026.

Pelaku pembunuhan terhadap anak berusia 9 tahun di Cilegon dihadirkan saat press conference di Polres Cilegon. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Dian menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku sebelumnya bermain saham kripto menggunakan modal awal Rp400 juta. Dana tersebut merupakan tabungan pelaku dengan istrinya.
"Uang Rp400 juta itu hasil dari tabungan bersama pelaku dengan istrinya," kata Dian.
Pelaku mengaku sempat memperoleh keuntungan hingga Rp4 miliar dari transaksi kripto di platform pintu.id. Namun, keuntungan itu kembali diputar dalam transaksi berikutnya hingga akhirnya habis.
"Dari hasil Rp4 miliar itu, pelaku masih belum puas, kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah," jelas Dian.
"Tapi pelaku kalah lagi. Hingga akhirnya pelaku memiliki utang-utangnya itu. Kondisi itu membuat HA nekat untuk melakukan pencurian disertai pembunuhan," ungkap Dian.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 jo Pasal 339 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 atau Pasal 458 ayat 1 dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, serta Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.