9 October 2026 23:29
Pemalang: Muhammad Hasbi Al Aqib, anak berusia 7 tahun yang meninggal dunia setelah diduga mengalami perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, sempat meminta ibunya agar tidak terlambat menjemputnya sehari sebelum kejadian. Permintaan tersebut kini menjadi kenangan memilukan bagi keluarga di tengah penyelidikan polisi atas dugaan perundungan yang dialami Aqib.
“Mama nanti jemputnya jangan lama, Aqib takut mau dipukulin,” demikian pesan yang disampaikan Aqib kepada Sang Ibu, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 9 Oktober 2026.
Ibunda Aqib, Diah Indriyanti, mengatakan putranya sempat menceritakan perlakuan yang dialaminya setelah menjalani pemeriksaan dokter. Aqib mengaku dipukul di bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu.
“Dipukul perut, ada yang nendang pakai sepatu. Dan itu pun saya pertama enggak tahu kalau anak itu sudah dipukul, Pak. Saya baru tahu itu kemarin-kemarin,” kata Diah.
Diah mengaku terpukul atas peristiwa yang menimpa putranya. Ia berharap kejadian serupa tidak dialami anak-anak lain.
“Saya sebagai orang tua cukup Aqib saja, yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas,” ujarnya.
Baca Juga :
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, menyatakan Polda Jateng turut memberikan asistensi terhadap penanganan kasus di Pemalang. Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini terdapat dua anak yang berhadapan dengan hukum atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dalam perkara tersebut.
“Nah itu peristiwa yang di Pemalang, Polda juga melakukan asistensi terhadap penanganan yang di Pemalang ya. Nah perlu saya tegaskan juga informasinya kalau yang berhadapan dengan hukum, anak yang berkonflik dengan hukum ada dua,” kata Yuliyanto.
Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Aqib, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain dan kaitannya dengan kematian korban. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara utuh dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.