6 November 2026 15:22
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pertumbuhan ekonomi di sektor kehutanan mengalami penurunan. Pada kuartal III, subsektor kehutanan terkontraksi hingga minus 2,52 persen. Angka tersebut turun jauh jika dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal kedua yang positif 6,0 persen.
"Dari sisi produksi, ya, dari sisi lapangan usaha, dampak karhutla memang terhadap pertumbuhan ekonomi bisa diamati secara langsung dengan pertumbuhan lapangan usaha sektor kehutanan. Jadi subsektor kehutanan di kuartal III ini kontraksi 2,52 persen, jauh turun dibandingkan pertumbuhan kuartal II yang sebelumnya kemarin tumbuh 6 persen. Jadi pada kuartal II 2026 tumbuh sekitar 6,02 persen, di kuartal III ini tumbuhnya negatif 2,52 persen untuk subsektor kehutanan yang merupakan bagian dari sektor pertanian," jelas Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Edy Mahmud, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Jumat, 6 November 2026.