TN Berbak dan Sembilang Pulihkan 300 Hektare Lahan Bekas Kebakaran

Petugas tengah melakukan upaya penyemprotan air di lokasi kebakaran Taman Nasional Berbak dan Sembilang. ANTARA/HO-TN Berbak dan Sembilang.

TN Berbak dan Sembilang Pulihkan 300 Hektare Lahan Bekas Kebakaran

Silvana Febiari • 5 November 2026 12:23

Kota Jambi: Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang menyiapkan pemulihan ekosistem di lahan bekas kebakaran hutan seluas sekitar 300 hektare. Program ini dilakukan melalui penanaman pohon jenis pulai (Alstonia scholaris) dan jelutung rawa (Dyera lowii).

"Pihak balai bersama tim satgas merencanakan penanaman kembali tumbuhan pulai dan jelutung di kawasan yang terbakar dan telah dinyatakan padam, yang akan dilakukan menunggu intensitas musim hujan meningkat," kata Plt. Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang Ahmad Budiyana, dikutip dari Antara, Kamis, 5 November 2026.

Selain memulihkan ekosistem di area bekas kebakaran, pihaknya juga akan merancang program perbaikan kawasan yang dilalui alat berat. Jalur tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung proses penanganan kebakaran hutan.


Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Balai TN Berbak dan Sembilang membuka diri bagi pihak pemerintah daerah maupun Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berencana ingin membuat program sumur bor di kawasan gambut, termasuk di TNBS.

Memasuki hari ke-89, upaya pemadaman masih terus berlanjut. Berdasarkan data hingga Rabu, 4 November 2026, total luas kawasan TN Berbak yang terbakar sementara ini telah mencapai 4.200 hektare.

Saat ini, kebakaran di kawasan TN Berbak menyisakan tiga titik yang secara administrasi masuk ke dalam wilayah Kecamatan Berbak dan Kecamatan Sadu. Wilayahnya meliputi Desa Sungai Rambut, Desa Sungai Sayang, dan Desa Sungai Cemara.

Dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan TN Berbak dibantu oleh personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Brigdalkarhut TNBS, Manggala Agni Daops Kota Jambi, Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Manggala Agni Daops Pekanbaru,dan Manggala Agni Daops Dumai, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) ikut membantu proses pemadaman.

Pihak balai memastikan area yang terbakar merupakan zona rehabilitasi yang sebelumnya sempat dilanda kebakaran pada tahun 2015 dan 2019. Sementara titik api dipastikan masih jauh dari zona inti atau hutan rimba yang menjadi habitat berbagai satwa liar.

Menurut dia, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses medan yang sulit ditembus serta minimnya sumber pasokan air di sekitar lokasi kebakaran.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. (Metro TV/ Heru Kristiaji)


Selain mengerahkan tim darat, pihak Taman Nasional berkoordinasi dengan Satgas Karhutla Provinsi Jambi untuk melakukan pemadaman melalui helikopter water bombing di titik api yang sulit dijangkau. Upaya lain meliputi pembuatan sekat bakar dan normalisasi parit sepanjang empat kilometer untuk mengalirkan air dari Sungai Batanghari.

"Kita terus maksimalkan upaya pemadaman termasuk mengambil langkah, seperti pembuatan sekat bakar dan normalisasi parit di luar kawasan" tuturnya.

(Silvana Febiari)