17 September 2026 23:11
Berau: Lahan yang terbakar pada Juli 2026 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini telah ditanami tunas kelapa sawit. Penelusuran Metro TV bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara menemukan hamparan sawit seluas sekitar 30 hektare di lahan milik PT Puji Sempurna Raharja (PT PSR).
Kepala KPHP Berau Utara, Najib, mengatakan terdapat indikasi pola pembukaan lahan yang diawali dengan pembersihan dan pengeringan lahan sebelum dibakar.
“Ini adalah lahan yang memang sudah dikerjakan untuk dibersihkan kemudian siap untuk dibakar. Indikasinya kita lihat bahwa ini sudah diatur sedemikian rupa kemudian sudah dikeringkan,” kata Najib dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 17 September 2026.
Menurut Najib, kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi pola pembukaan lahan untuk kemudian ditanami sawit.
“Nanti kita akan lihat lokasi-lokasi yang sudah ditanami sawit, yang mana awal dari kegiatannya adalah dengan mempersiapkan lahan seperti ini kemudian dibakar dan kemudian nanti akan ditanami sawit,” ujarnya.
Jurnalis Metro TV Edi Akbar mengatakan lokasi tersebut merupakan lahan yang pernah terbakar pada Juli lalu dan kemudian ditanami sawit pada awal Agustus.
“Lokasi tempat saya berdiri sekarang ini merupakan lokasi yang pernah terbakar pada saat bulan Juli lalu dan setelah itu telah ditanami sawit pada awal bulan Agustus kemarin,” kata Edi.
Di lokasi tersebut terlihat hamparan tunas kelapa sawit yang ditanam di area seluas sekitar 30 hektare.
Edi menyebut dugaan pola pembukaan lahan dengan cara dibakar masih perlu dibuktikan, termasuk siapa yang membuka lahan dan bagaimana proses pembakaran dilakukan.
“Namun dugaan tetap harus dibuktikan. Siapa yang membuka lahan, bagaimana proses pembakaran dilakukan, serta apakah aktivitas tersebut berada di kawasan yang memiliki izin, menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Edi, penelusuran Karhutla tidak cukup hanya melihat proses pemadaman api, tetapi juga perlu menelusuri asal mula api dan aktivitas yang terjadi sebelum lahan terbakar.
“Karhutla bukan hanya tentang bagaimana memadamkan api. Kita juga perlu melihat dari mana api bermula dan apa yang terjadi sebelum lahan tersebut terbakar,” kata Edi.