22 May 2026 15:47
Jakarta: Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta pemerintah membatalkan rencana kebijakan ekspor minyak sawit satu pintu melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Kebijakan tersebut dinilai telah berdampak pada penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani dan berpotensi melemahkan daya tawar petani swadaya.
Ketua Umum SPKS Sabarudin mengatakan rencana pengaturan ekspor melalui DSI telah memicu penurunan harga sawit hingga Rp1.000 per kilogram (kg). Menurutnya, kondisi itu dapat berdampak luas terhadap kehidupan jutaan petani sawit di Indonesia.
“Kami meminta pemerintah, kebijakan pengaturan ekspor CPO nanti itu jangan sampai merugikan petani sawit. Jangan sampai merugikan petani sawit, karena kalau harga TBS itu turun, maka yang berpengaruh itu cukup banyak,” ujar Sabarudin dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jum'at 22 Mei 2026.
SPKS menilai kebijakan ekspor satu pintu berpotensi menciptakan praktik monopoli perdagangan crude palm oil (CPO) di dalam negeri. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat pasar kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme harga sawit nasional.
"Pengaturan ekspor satu pintu ini, itu akan menimbulkan pasar monopoli satu pihak dalam perdagangan CPO di Indonesia. Dan ini akan berpotensi pasar itu tidak akan percaya dengan harga sawit," kata Sabarudin.
Baca Juga :