Perketat Patroli Laut di Sekitar Pelabuhan Iran, AS Alihkan 89 Kapal Komersial

21 May 2026 13:01

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman yang menunjukkan operasi patroli pasukan AS di sekitar perairan dekat Pelabuhan Iran. CENTCOM mengkalim telah mengalihkan sebanyak 89 kapal komersial dari pelabuhan-pelabuhan tersebut selama masa blokade ilegal ini berlangsung. 

Rekaman patroli tersebut dirilis CENTCOM pada Selasa, 19 Mei 2026, waktu setempat. CENTCOM menyebut patroli ini merupakan bagian dari blokade untuk menghentikan arus perdagangan masuk dan keluar di Pelabuhan Iran atau sekitar Selat Hormuz

Di sisi lain, klaim tersebut langsung dipatahkan oleh Iran, karena hingga kini terpantau belasan kapal telah berhasil melintasi Selat Hormuz atas izin yang diberikan Iran. Kondisi ini membuktikan bahwa lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih berada di bawah kendali Iran.  

 

Baca Juga: Iran Ajukan Proposal Revisi 14 Poin ke AS, Singgung Isu Nuklir hingga Blokade Laut


Sementara itu, Iran menyatakan AS gagal membuka kembali Selat Hormuz meski telah melakukan berbagai "trik" dan upaya yang disebut menipu.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran ISNA, wakil politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan selat tersebut ditutup berdasarkan perintah Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri.

"Amerika, meski melakukan seribu trik dan tindakan penipuan, tidak mampu membukanya kembali," ujar Tangsiri, dikutip dari Anadolu, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan seluruh angkatan bersenjata Iran tetap "menempatkan jari di pelatuk" dan siap merespons setiap serangan di masa mendatang.

Secara terpisah, seorang sumber militer Iran mengatakan negaranya telah mengembangkan senjata canggih yang belum pernah digunakan dalam perang.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, sumber tersebut mengatakan Iran tidak mengalami kekurangan kemampuan militer maupun pertahanan.

Ia juga memperingatkan Iran tidak akan menunjukkan sikap menahan diri jika terjadi konfrontasi baru.





(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)