Militer Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS-Israel Memulai Agresi Lagi

Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Press TV)

Militer Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS-Israel Memulai Agresi Lagi

Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 14:13

Teheran: Iran memperingatkan bahwa setiap agresi baru dari Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya akan memicu pembukaan front-front baru dengan metode dan strategi berbeda.

Dalam pernyataan yang dikutip Tasnim News Agency pada Rabu, 20 Mei 2026, juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan militer Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kesiapan tempur.

Menurut Akraminia, Iran tidak dapat dikepung maupun dikalahkan.

Ia juga memperingatkan bahwa apabila musuh kembali melakukan tindakan gegabah dan terjebak dalam “perangkap Zionis” dengan melancarkan agresi baru terhadap Iran, maka Teheran akan membuka front-front baru menggunakan alat dan metode berbeda.

Selain itu, Akraminia menegaskan Angkatan Bersenjata Iran memiliki kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

“Situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya,” ujar dia.

Akraminia menyebut satu-satunya jalan bagi musuh Iran adalah menghormati rakyat Iran dan mengakui hak-hak sah Republik Islam Iran.

Ketegangan Kawasan Memanas

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke Israel serta target sekutu AS di kawasan Teluk, yang turut memicu gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu yang jelas. Sejak 13 April, AS juga memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan strategis tersebut.

Baca juga:  Iran Tegaskan Hanya Kekuatan yang Bisa Hadapi Ancaman Trump

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)