Erdogan Kecam Tindakan Israel Cegat Armad GSF ke Gaza

19 May 2026 18:20

Turki: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakan Israel yang menghadang armada aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang tengah menuju Gaza. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk pembajakan dan perampokan di wilayah perairan internasional.

"Saya mengutuk keras tindakan pembajakan dan perampokan ini terhadap para penumpang harapan di Armada GSF yang terdiri dari warga negara dari 40 negara berbeda," tutur Erdogan, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Selasa, 19 Mei 2026. 

Erdogan juga menyoroti kondisi warga Palestina di wilayah yang terdampak kejahatan Zionis Israel. Insiden ini kembali mempertegang hubungan antara Turki dan Israel di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap situasi di Gaza, Palestina.

"Hari ini, saya menegaskan kembali bahwa Turki berdiri bersama rakyat Gaza dan mereka yang mengulurkan tangan membantu Gaza," pungkasnya.  


 

Baca Juga: Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla



Kecaman juga dating dari Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia. Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 19 Mei 2026, Kedubes Palestina menyatakan para peserta armada merupakan pejuang hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional.

“Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global,” ujar pernyataan tersebut, merujuk pada Global Sumud Flotilla.

Kedubes Palestina turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia, dan masyarakat Indonesia atas dukungan terhadap Palestina.

“Kami senantiasa berdiri bersama seluruh peserta armada ini, khususnya saudara-saudari kami dari Indonesia,” tulis pernyataan tersebut.

Kedubes Palestina juga berharap para peserta armada dapat kembali ke negara masing-masing dengan selamat.

Sebelumnya, armada GSF yang terdiri lebih dari 50 kapal diberangkatkan dari Turki dengan tujuan menembus blokade ilegal Israel. Mereka hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza, Palestina.




(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)