Israel mencegat dan menahan 18 kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Gaza pada Senin, 18 Mei 2026. (Anadolu Agency)
Israel Cegat 18 Kapal Global Sumud Flotilla di Dekat Gaza, Satu WNI Ditahan
Willy Haryono • 19 May 2026 07:15
Kuala Lumpur: Satu warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ikut ditahan pasukan Israel saat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional dekat Gaza pada Senin, 18 Mei 2026.
Ketua Pengarah Sumud Nusantara Command Center (SNCC), Dato’ Sani Araby bin Dato’ Abdul Alim Araby, melaporkan bahwa seorang WNI bernama Andi Anga Prasadewa berada di kapal Josef yang termasuk dalam 18 kapal yang dicegat serta ditahan pasukan Israel.
Selain delegasi Indonesia, SNCC juga menyebut seorang delegasi Pakistan bernama Abdul Sattar Edhi Muhammad Saad turut ditahan di kapal Zio Faster. Terdapat juga 16 aktivis asal Malaysia yang ditahan dari sembilan kapal Global Sumud Flotilla.
Menurut SNCC, armada flotilla dihampiri secara agresif oleh tentara Israel ketika berada di perairan internasional sekitar 241 mil laut dari Pantai Gaza.
Lokasi tersebut disebut berada di jalur internasional yang diakui berdasarkan hukum maritim internasional dan berada di luar wilayah blokade negara mana pun.
SNCC mengonfirmasi hingga pukul 20.00 waktu Malaysia, sebanyak 18 kapal yang membawa hampir 150 aktivis kemanusiaan telah dipintas oleh pasukan Israel.
Beberapa kapal yang dilaporkan ditahan antara lain Cactus, Zio Faster, Holy Blue, Ferluto, Kyriakos, Amanda, Blue Toys, Barbaros, Isobella, hingga Josef.
Organisasi tersebut menegaskan terus memantau perkembangan operasi flotilla dan akan menyampaikan pembaruan resmi terkait kondisi keselamatan para aktivis.
SNCC juga mengaku telah meminta Pemerintahan Malaysia di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk mendesak negara-negara seperti Turki, Spanyol, dan anggota Uni Eropa agar mengecam tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan non-kekerasan tersebut.
Baca juga: Jurnalis Republika Bambang Noroyono Diculik Israel saat Menuju Gaza