Sekutu Menolak Terlibat, Iran Sebut AS Kehilangan Kredibilitas

8 April 2026 14:11

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggerutu usai mendapatkan penolakan beruntun dari sekutu North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Pasifik. Merespons hal tersebut, Iran menyebut AS telah kehilangan kredibilitas diplomatiknya. 

Sebagian besar sekutu AS menolak ajakan untuk terlibat dalam operasi ofensif terhadap Iran dalam rangka membuka kembali Selat Hormuz. Kekecewaan Trump akan hal tersebut kerap diungkapkannya melalui pidato maupun unggahan di media sosial. 

Seperti halnya saat mengakhiri konferensi pers para Senin kemarin, Trump meluapkan kemarahannya secara gamblang tentang kurangnya dukungan dari sekutu di Pasifik. 

"Bukan hanya NATO, tahukah anda siapa lagi yang tidak membantu kita? Korea Selatan tidak membantu kita, Australia tidak membantu kita, dan Jepang," ujar Trump, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu, 8 April 2026.
 

Baca Juga: Trump Ancam Musnahkan Seluruh Peradaban Iran

Tak hanya itu, satu hari sebelumnya Trump juga menulis ungkapan kasar dalam unggahan di media sosial pribadinya, Truth Social, yang mengancam Iran untuk membuka Selat Hormuz. Trump menyatakan akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran apabila Selat Hormus tidak segera dibuka. 

"Kami punya rencana karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada 12 tengah malam besok. Di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," tegas Trump. 

Menanggapi sikap Trump, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, AS telah kehilangan kredibilitas di lingkup sekutunya. Ia menyebut Trump merupakan sosok yang tidak stabil dan penuh delusi.

"Gencatan senjata berarti jeda singkat, yang memungkinkan pihak lain untuk memperkuat pasukannya dan melakukan lebih banyak kejahatan setelahnya. Tidak ada orang yang waras akan melakukan itu," ucap Baghaei. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)