.,

CSIS Dorong Pemerintah Jaga Kestabilan Nasional 2026

8 January 2026 18:28

Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai bahwa berbagai risiko yang muncul di sepanjang 2025 diperkirakan masih akan membayangi stabilitas nasional pada 2026. Tekanan datang dari sektor sosial, politik, dan ekonomi, sehingga pemerintah diminta melakukan mitigasi sejak dini.

Dalam media briefing awal tahun, CSIS menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan prasyarat penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menyampaikan pentingnya mengurangi beragam risiko agar tidak berkembang menjadi gangguan besar. 

Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi fase yang krusial menuju agenda politik 2029. Terlebih sejumlah regulasi strategis akan mulai dibahas. Sedangkan dari sektor ekonomi, CSIS menyoroti ruang fiskal yang menyempit akibat tingginya belanja negara.

 



“Baik itu dari sudut sosial politiknya ataupun sudut ekonominya, dan ditambah lagi sekarang ini dengan risiko-risiko yang berasal dari lingkungan," kata Yose.

Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk menetapkan prioritas program secara lebih ketat agar tidak terjebak pada beban fiskal yang berlebihan. 

"Oleh karena itulah sekarang kita mencoba fokusnya kepada isu stabilitas. Bagaimana kita bisa memitigasi berbagai sumber-sumber risiko tadi, dan dampak-dampak yang tidak kita inginkan di tahun 2026,” kata Yose.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)