5 May 2026 19:22
Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren mencuat di dua daerah berbeda. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersangka pencabulan terhadap santriwati dilaporkan mangkir dari panggilan penyidik. Sementara di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, warga menggelar aksi protes terkait dugaan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwati.
Di Kabupaten Pati, pemeriksaan terhadap tersangka bernama Ashari belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin, namun tidak hadir hingga malam hari tanpa keterangan.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses penyidikan. Sejumlah saksi, termasuk korban dan penasihat hukum tersangka, telah dimintai keterangan. Polisi menyatakan bahwa Ashari telah resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup, meskipun sikapnya dinilai tidak kooperatif.
Kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo ini terus berkembang. Hingga saat ini, tercatat lima korban telah melapor ke pihak kepolisian. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya keberanian korban lain untuk melapor.
Sementara itu di Kabupaten Lahat, ratusan warga, mayoritas ibu-ibu, menggeruduk kediaman pimpinan Pondok Pesantren Darul Jannah As-Shiddiqiyah. Aksi ini dipicu dugaan pemerkosaan terhadap sembilan santriwati.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 5 Mei 2026, situasi di lapangan berlangsung tegang dan penuh emosi. Dalam cuplikan suara yang terekam, terdengar adu argumen antara warga dan pihak ponpes yang dimintai klarifikasi.