Rudal Tomahawk Jadi Senjata Andalan AS Lawan Iran, Ini Kemampuannya

12 March 2026 13:20

Jakarta: Dalam operasi militer modern, kemampuan menyerang target dari jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi menjadi salah satu faktor penting. Salah satu senjata yang dikenal memiliki kemampuan tersebut adalah Tomahawk cruise missile, rudal jelajah yang digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran.

Rudal ini dirancang untuk menghantam target darat dengan presisi tinggi dari jarak yang sangat jauh. Selain itu, kemampuannya terbang rendah mengikuti kontur permukaan bumi membuat rudal ini relatif sulit terdeteksi oleh sistem radar konvensional.
 

 

Jangkauan Serangan Sangat Luas

Tomahawk dikenal memiliki jangkauan operasi yang cukup jauh. Berdasarkan data militer, rudal ini mampu menjangkau target dengan jarak sekitar 1.600 hingga 2.500 kilometer.

Dengan jangkauan tersebut, serangan dapat diluncurkan dari posisi yang jauh dari wilayah musuh, sehingga mengurangi risiko terhadap pasukan atau armada militer yang mengoperasikannya.

Salah satu keunggulan utama Tomahawk adalah kemampuannya terbang pada ketinggian rendah. Rudal ini biasanya melaju pada ketinggian sekitar 30 hingga 90 meter di atas permukaan tanah atau laut.

Pola penerbangan ini dirancang untuk meminimalkan kemungkinan terdeteksi oleh sistem pertahanan udara lawan, karena radar sering kali lebih sulit mendeteksi objek yang terbang rendah.

Menggunakan Sistem Navigasi Canggih

Untuk mencapai target dengan presisi tinggi, Tomahawk dilengkapi dengan berbagai sistem navigasi modern. Beberapa di antaranya adalah Global Positioning System (GPS), Inertial Navigation System (INS), serta Terrain Contour Matching (TERCOM).

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan rudal membaca kontur permukaan bumi dan mengikuti jalur yang telah diprogram sebelumnya, sehingga dapat mencapai target secara akurat.

Diluncurkan dari Kapal Perang hingga Kapal Selam

Rudal Tomahawk dapat diluncurkan dari berbagai platform militer, termasuk kapal perang dan kapal selam. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi bagian penting dalam strategi serangan jarak jauh militer Amerika Serikat.

Dengan kemampuan tersebut, armada laut dapat melakukan serangan terhadap target darat tanpa harus mendekati wilayah musuh.

Bisa Mengubah Target Saat Masih Terbang

Pada versi terbaru seperti Tomahawk Block IV, rudal ini dilengkapi dengan kemampuan komunikasi data yang lebih canggih.

Teknologi tersebut memungkinkan operator untuk mengubah target saat rudal masih dalam penerbangan. Selain itu, rudal juga dapat mengirimkan informasi kondisi target secara real-time kepada pusat kendali.
 

Berkat kombinasi jangkauan luas, presisi tinggi, serta teknologi navigasi modern, Tomahawk kerap digunakan untuk menyerang target strategis seperti pusat komando militer, pangkalan pertahanan, hingga sistem radar.

Perkembangan teknologi ini menunjukkan bagaimana peperangan modern semakin bergantung pada sistem senjata yang presisi, canggih, dan mampu melakukan serangan dari jarak jauh.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)