Jakarta: Langkah tegas kembali diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menata susunan pejabat lembaga negara. Kepala pemerintahan tersebut secara mengejutkan memutuskan untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatan strategisnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN.
Keputusan pemberhentian mendadak ini menambah dinamika perombakan pejabat di lingkungan pemerintahan saat ini. BGN sendiri merupakan lembaga krusial yang selama ini menjadi motor penggerak utama dalam merealisasikan program prioritas pemenuhan gizi masyarakat dan program makan bergizi gratis.
Evaluasi dan Optimalisasi Kinerja Lembaga
Pergantian pucuk pimpinan di tubuh sebuah lembaga negara pada umumnya merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya penyegaran organisasi dan optimalisasi kinerja. Terkait pemberhentian Dadan Hindayana ini, terdapat beberapa faktor umum yang biasanya mendasari keputusan pencopotan pejabat setingkat kepala badan oleh presiden, meliputi:
- Adanya evaluasi berkala dan penilaian menyeluruh terhadap pencapaian target program kerja yang telah diamanatkan sebelumnya.
- Kebutuhan akselerasi atau percepatan pelaksanaan program strategis nasional yang menuntut gaya kepemimpinan dengan pendekatan baru.
- Penyelarasan visi dan koordinasi internal lembaga agar dapat beroperasi lebih efisien serta tepat sasaran dalam melayani masyarakat luas.
Nanik S Deyang jadi Kepala BGN
Presiden Prabowo kemudian menunjuk Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, untuk memimpin lembaga tersebut. Sementara itu, dua wakil kepala baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
(Daffa Yazid Fadhlan)