Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap kapal kargo MV Tihamah di perairan Selat Bab al-Mandeb, Yaman. Kapal berbendera Tanzania yang berlayar dari Salalah, Oman, menuju Djibouti tersebut ditargetkan karena diduga membawa peralatan militer milik Arab Saudi.
Berdasarkan informasi awal dari otoritas penjaga pantai Yaman dan pejabat militer setempat kepada Reuters pada Selasa, serangan balasan tersebut mengakibatkan tiga orang awak kapal (ABK) tewas. Dua korban tewas disebutkan merupakan warga negara Pakistan, sementara satu lainnya dilaporkan adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Merespons insiden bersenjata di sekitar Selat Bab al-Mandeb ini, Kementerian Luar Negeri (
Kemenlu) Republik Indonesia membenarkan adanya WNI yang turut menjadi korban.
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga ABK asal Indonesia yang berada di atas kapal MV Tihamah saat serangan terjadi.
"Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit," kata Heni dikutip dari
Top News, Metro TV, Kamis 13 Agustus 2026.
"Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Saat ini statusnya masih dalam konfirmasi," tambahnya.
Hingga kini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Oman, terus memantau perkembangan situasi secara intensif. Pihak KBRI juga telah berhasil terhubung langsung dengan para ABK kapal MV Tihamah untuk memastikan kondisi dan langkah perlindungan lanjutan bagi WNI yang terdampak.