Persiapan Haji 2026 Hampir 100%, Tinggal Pengecekan Akhir Layanan

15 April 2026 17:06

Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 hampir rampung. Seluruh aspek layanan calon jemaah kini memasuki tahap finalisasi sebelum operasional dimulai.

“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” ungkap Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 15 April 2026.

Dari sisi akomodasi, pemerintah telah menyiapkan ratusan hotel untuk jemaah Indonesia. Di Makkah, tersedia 172 hotel yang tersebar di sejumlah kawasan. Sementara di Madinah disiapkan 100 hotel yang seluruhnya berada di wilayah Markaziyah, sehingga jemaah dapat dengan mudah mengakses Masjid Nabawi tanpa kendaraan.

Layanan konsumsi juga telah dipastikan. Sebanyak 51 dapur disiapkan di Makkah dan 23 dapur di Madinah untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah selama menjalankan ibadah.

Tak hanya itu, sistem transportasi jemaah juga telah dipersiapkan secara menyeluruh. Mulai dari bus antarkota hingga layanan khusus seperti bus Shalawat yang beroperasi 24 jam menuju Masjidil Haram. Selain itu, bus Masyair juga disiapkan untuk mendukung mobilitas jemaah selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.



Dari aspek kesehatan, pemerintah menyiapkan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh tenaga medis yang terdiri dari satu dokter dan satu tenaga kesehatan (nakes). Untuk layanan lanjutan, pemerintah juga bekerja sama dengan Saudi German Hospital.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah distribusi kartu nusuk. Pemerintah menargetkan kartu identitas jemaah tersebut sudah dapat dibagikan dan diaktifkan sejak di embarkasi di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghindari kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin kartu nusuk dibagikan di Arab Saudi, tapi banyak kendala yang terjadi di sana. Ada beberapa atau banyak jemaah yang tidak bisa mendapatkan kartu nusuk, sehingga untuk masuk ke Masjidil Haram pun agak mengalami kesulitan,” kata Gus Irfan.

Sementara itu, operasional haji dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jemaah ke asrama haji. Keberangkatan kloter pertama direncanakan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026.

Dengan kesiapan yang hampir sempurna ini, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lebih lancar, tertata, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)