Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan perlindungan anak tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Kementerian PPPA pun menggaungkan kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) di momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 guna mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan ruang yang aman bagi anak-anak.
Dalam wawancara eksklusif bersama Metrotvnews.com, Arifah menjelaskan kampanye Berlian merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) yang diinisiasi Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Menurutnya, gerakan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
"Berlian ini adalah gerakan Bersama Lindungi Anak. Kenapa? Karena untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak ini harus kolaborasi dengan berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan juga masyarakat," ujar Arifah.
Ia menegaskan pendekatan perlindungan anak tidak boleh hanya berfokus pada penanganan kasus setelah terjadi.
Kementerian PPPA, kata dia, ingin memperkuat langkah pencegahan agar angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan sedini mungkin.
"Kami dari Kementerian PPPA tidak mau hanya menjadi pemadam kebakaran. Kalau ada kasus baru diselesaikan. Kasus itu tidak pernah berhenti. Maka kami ingin menyelesaikan di tingkat hulu, yaitu dengan pencegahan," kata Arifah.
Arifah menjelaskan upaya pencegahan difokuskan pada empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, serta ruang digital. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi ekosistem yang paling dekat dengan kehidupan anak sehari-hari.
"Anak-anak harus aman di keluarga, di satuan pendidikan, di ruang publik, dan juga di ruang digital. Kalau ini bisa dilakukan bersama-sama, saya yakin akan meminimalisir angka kekerasan terhadap anak," ujar Arifah.
Arifah juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil. Ia berharap Berlian dapat berkembang menjadi gerakan akar rumput yang melibatkan setiap keluarga.
Arifah mengutip slogan yang pernah disampaikan figur publik Cinta Laura sebagai bentuk komitmen personal dalam mencegah kekerasan, "Saya tidak mau menjadi korban kekerasan, dan saya tidak mau menjadi pelaku kekerasan."
Menurut Arifah, apabila kesadaran tersebut tumbuh dalam setiap individu, maka nilai-nilai perlindungan anak akan menyebar dari keluarga ke lingkungan sekitar hingga menjadi gerakan sosial yang lebih luas.
"Kalau satu keluarga sudah punya kesadaran 'saya tidak mau menjadi pelaku dan tidak mau menjadi korban', maka itu akan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Inilah yang kami harapkan menjadi gerakan bersama yang berangkat dari
grassroots, dari lingkungan terkecil," katanya.
Ia berharap semangat gerakan Berlian dapat memperkuat budaya perlindungan anak di Indonesia. Dengan begitu, setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.