PBB Ungkap Israel Tembak Bocah 14 Tahun di Tepi Barat hingga Tewas Kehabisan Darah

27 June 2026 15:12

Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina mengungkap laporan mengerikan terkait pembunuhan seorang remaja Palestina oleh tentara Israel. Bocah berusia 14 tahun tersebut dilaporkan tewas setelah ditembak dan dibiarkan kehabisan darah tanpa pertolongan medis di bawah pengawasan pasukan Israel.

Komisioner PBB, Chris Sidoti, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, menjelaskan secara rinci kronologi peristiwa yang terjadi pada November 2025 lalu. Remaja tersebut ditembak oleh patroli militer Israel tepat saat ia baru saja meninggalkan rumahnya di wilayah Tepi Barat.

Dikutip dari Metro Siang, penembakan itu terjadi di tengah situasi yang tenang, di mana tidak ada pertempuran atau kontak senjata yang berlangsung di lokasi tinggal korban. Usai ditembak dan mengalami luka parah, bocah tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi kritis.

"Ia mengelilingi oleh sekelompok tentara Israel yang mengobrol dan mungkin beberapa di antara mereka merokok selama 45 menit, sementara anak laki-laki berusia 14 tahun ini kehabisan darah hingga meninggal," jelas Chris.
 

Baca juga: Penyelidikan PBB Sebut Israel Lakukan Genosida dengan Menargetkan Anak-anak Gaza

Selama periode kritis tersebut, pasukan Israel tidak hanya gagal memberikan bantuan darurat, tetapi juga secara aktif menghalangi ibu korban serta petugas medis yang mencoba mendekat untuk memberikan pertolongan. Akibatnya, remaja 14 tahun itu meninggal dunia di tempat kejadian karena kehabisan darah.

Hingga saat ini, pihak otoritas Israel dilaporkan telah menyita jenazah remaja tersebut dan belum mengembalikannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Laporan komisi tersebut menegaskan bahwa otoritas Israel telah melanggar setiap norma hukum internasional dalam perlakuan mereka terhadap anak-anak Palestina. Atas dasar temuan ini, PBB menuntut pertanggungjawaban tegas dari Israel atas dugaan kejahatan perang yang terus berulang di wilayah pendudukan.

(Anggie Meidyana)


Close Ads X
Close Ads X