Jakarta: Anak bebek kerap terlihat berenang dalam satu barisan di belakang induknya. Formasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan perilaku mengikuti induk, tetapi juga dipengaruhi oleh gelombang air yang terbentuk saat mereka berenang.
Ketika induk bebek bergerak di permukaan air, tubuhnya menghasilkan gelombang yang merambat ke belakang. Gelombang ini menciptakan kondisi berbeda bagi bebek yang berenang di belakangnya dibandingkan ketika berenang sendiri di air yang tenang.
Melansir laman
WATV,
anak bebek yang mengikuti jalur gelombang tersebut dapat mengalami hambatan air yang lebih rendah. Kondisi ini membuat mereka dapat bergerak maju dengan lebih mudah.
Anak bebek yang berada tepat di belakang induk mendapatkan manfaat paling besar dari gelombang tersebut. Posisi ini juga memungkinkan gelombang yang dihasilkan anak bebek tersebut berinteraksi dengan gelombang dari anak bebek berikutnya.
Interaksi gelombang kemudian berlangsung sepanjang barisan. Dengan demikian, anak bebek yang berada lebih jauh dari induk tetap dapat memperoleh pengaruh dari gelombang yang terbentuk di bagian depan.
Fenomena ini juga memberikan sedikit manfaat bagi induk bebek. Gelombang yang dihasilkan anak bebek di posisi depan dapat membantu mengurangi hambatan yang dirasakan induk saat berenang.
Formasi tersebut memungkinkan induk dan anak-anak bebek bergerak dengan hambatan yang lebih rendah dibandingkan jika masing-masing berenang secara terpisah. Pola berenang ini menjadi salah satu contoh bagaimana interaksi antara hewan dan lingkungan dapat memengaruhi cara mereka bergerak di air. (Titik Nurmalasari)