Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Mundur dari Jabatan Ketum PBNU

23 November 2025 10:40

K. H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Menyusul beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengurus besar Nahdatul Ulama atau PBNU yang dipimpin oleh K. H. Yahya mengumpulkan seluruh pengurus wilayah NU atau PWNU se-Indonesia di Surabaya pada Sabtu, 22 November 2025, malam. Pertemuan
tersebut merupakan respons PBNU terhadap beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum dalam waktu tiga hari atau terancam diberhentikan.

Gus Yahya menyatakan menolak untuk mundur dari jabatannya meskipun ada desakan kuat dari Rapat Harian Syuriah PBNU. Gus Yahya menolak desakan tersebut.
 

Baca: Pertimbangan Rois Syuriyah Minta Gus Yahya Mundur Sebagai Ketum PBNU

Ia menyebut keputusan Rais Aam PBNU dan Rapat Syuriah itu sebagai sepihak serta tanpa melalui mekanisme musyawarah yang wajar sesuai tradisi organisasi.

Gus Yahya juga menyatakan Rapat Harian Syuriah tidak berwenang untuk memberhentikan Ketua Umum PBNU. 

"Saya sama sekali tidak terbersit pikiran untuk mundur karena saya mendapatkan amanat pada muktamar ke-34 yang lalu saya mendapatkan mandat lima tahun dan akan saya jalani selama lima tahun. Insya allah saya 
sanggup," kata Gus Yahya dikutip dari Headline News, Metro TV, 23 November 2025.

"Maka saya sama sekali tidak terbersit pikiran untuk mundur. Kalau dikatakan kemarin itu sebagai keputusan Rapat Syuriah yang punya konsekuensi akan memundurkan ketua umum. Maka saya tegaskan bahwa Rapat Harian Syuriah menurut Konstitusi AD/ART tidak berwenang untuk memberhentikan ketua umum," sambungnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)