Yenny Wahid Ajak Nahdliyin Jaga Persatuan dan Keharmonisan di Muktamar ke-35 NU

30 August 2026 11:28

Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis NU, Yenny Wahid, menyampaikan pesan mendalam kepada para muktamirin dan seluruh warga Nahdliyin di Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyongsong Muktamar ke-35.

Yenny berharap proses pemilihan dan rangkaian acara muktamar dilakukan dengan niat yang tulus untuk mencari kebaikan dan keberkahan (barokah).

"Pesan saya untuk seluruh muktamirin maupun seluruh kandidat dan tim suksesnya, kita melakukan segala sesuatu dengan hati yang bahagia dan gembira, dengan niatan untuk melakukan kebaikan," kata Yenny Wahid dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis NU ini mengingatkan bahwa NU adalah sebuah keluarga besar. Oleh karena itu, perbedaan pilihan atau kompetisi dalam pemilihan ketua umum tidak seharusnya memicu perpecahan yang serius.

"Kita semua di sini, dalam Nahdlatul Ulama, hanya ingin mendapatkan barokah. Itu yang paling penting. Jadi tidak usah terlalu serius gontok-gontokan sampai membuat NU terancam terpecah," ucapnya.
 



Yenny juga menyatakan keyakinannya bahwa NU memiliki mekanisme kultural yang unik dalam menyelesaikan perbedaan, yakni dengan suasana kekeluargaan dan humor.

"Saya yakin tidak (terpecah). Apapun di NU itu semua pada akhirnya diselesaikan dengan riang gembira, guyonan lagi, dan saya harap semangat itu bisa segera tampak lagi setelah selesai pemilihan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini untuk menentukan arah kepemimpinan PBNU ke depan. Sejumlah nama kiai dan tokoh NU telah masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Zulfa Mustofa, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Abdul Ghaffar Rozin, dan KH Yahya Cholil Staquf.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X