Kupang: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian dilakukan oleh Abdul Mu'ti di SMAN 9 Kupang, Rabu, 6 Mei 2026.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas belajar.
Sejak 2025, program ini telah menyasar ratusan satuan pendidikan di wilayah NTT. Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 576 sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp589 miliar. Pada 2026, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp225 miliar untuk melanjutkan program tersebut di berbagai daerah di NTT.
Revitalisasi yang dilakukan mencakup pembangunan ruang kelas baru, ruang penunjang seperti bimbingan konseling, serta perbaikan fasilitas sanitasi. Program ini juga diarahkan untuk mengatasi persoalan keterbatasan ruang belajar dan meningkatkan kenyamanan proses pembelajaran di sekolah.
Kepala SMAN 9 Kupang, Adelgina N. Liu, mengatakan sekolahnya menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi pada 2025. Tambahan fasilitas yang diterima meliputi tiga ruang kelas baru, satu ruang bimbingan konseling, serta tiga unit toilet.
Ia menjelaskan, sebelumnya sekolah mengalami keterbatasan ruang belajar dibandingkan jumlah rombongan belajar yang ada.
“Sebelumnya kami memiliki 23 ruang kelas untuk 27 rombongan belajar, sehingga beberapa kelas harus digabung,” ujar Adelgina.
Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan yang sama, siswi SMAN 3 Kalabahi, Verona Keren Balol, menyampaikan pengalamannya terkait kondisi sekolah sebelum mendapatkan program revitalisasi.
“Dulu kami belajar di ruangan darurat, hanya dengan triplek dan lantai tanah. Saat hujan, air masuk ke dalam kelas,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi fasilitas belajar kini lebih baik setelah adanya perbaikan.
Program revitalisasi satuan pendidikan ini diharapkan dapat mendukung pemerataan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa di wilayah NTT.