Achmad Zulfikar Fazli • 7 October 2026 20:43
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bantargebang dimulai sebelum akhir 2026. Kendala penyediaan lahan dalam pembangunan PSEL Bantargebang telah menemukan jalan keluar.
"Karena peraturan yang baru, dan di Jakarta ini kan untuk penyediaan tanah, relatif menjadi problem, tapi akhirnya kemarin sudah ada jalan keluar," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan masuk dalam batch 3. Sehingga, pembangunan dapat segera dimulai sebelum penghujung tahun ini.
"Termasuk yang di Bantargebang, segera akan diselesaikan, dan mudah-mudahan termasuk dalam batch 3, yang dalam waktu sebelum akhir tahun ini untuk bisa dibangun,”ujar Pramono.
Pramono menyebutkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan ekosistem pengelolaan sampah di Jakarta. Selain PSEL, sejumlah skema pengolahan sampah didorong melalui berbagai pendekatan, mulai dari pembangkit listrik tenaga sampah hingga refuse-derived fuel (RDF) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R).
"Kami mendorong agar neraca sampah di Jakarta, baik yang nanti untuk pembangkit listrik tenaga sampah, apakah untuk RDF Rorotan, RDF Bantargebang, TPS 3R yang sekarang ini, semakin semarak kita dorong," ungkap Pramono.
"Ini akan membuat iklim ekosistem sampah, setelah Ingub (Instruksi Gubernur) Nomor 5 Tahun 2026 kita keluarkan, mudah-mudahan pengaturan sampah di Jakarta semakin baik," ucap Pramono.
Jakarta memiliki dua proyek PSEL yang menjadi perhatian, yakni di Bantargebang dan di Tanjungan. Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah sekaligus mengolah sampah menjadi sumber energi.