Satu keluarga yang beranggotakan tujuh orang tewas usai rumah mereka dihantam serangan udara militer Israel di Kota Kefahta, Lebanon.
Meskipun militer Israel telah mengeluarkan peringatan untuk evakuasi, banyak warga sipil memilih untuk bertahan di rumah mereka karena tidak memiliki tempat pengungsian.
Dikutip dari Program
Metro Siang Metro TV, Senin 6 April 2026, tim pertahanan sipil Lebanon berupaya keras untuk mengevakuasi jenazah korban yang tertimpa reruntuhan rumah di distrik Sidon.
Israel berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran yang dipicu oleh aktivitas
Hizbullah di wilayah tersebut.
Pihak keluarga pun membantah tudingan adanya aktivitas militer di kediaman mereka dan menegaskan bahwa korban adalah warga sipil biasa.