Jakarta: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuat persebaran abu vulkanik menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak. Abu vulkanik dapat terbawa angin sehingga arah dan luas persebarannya dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.
Informasi mengenai persebaran abu penting diketahui agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas, terutama ketika berada di luar ruangan.
Kini, pemantauan persebaran abu vulkanik dapat dilakukan melalui HP. Sejumlah situs menyediakan informasi berbasis peta mengenai aktivitas gunung api, arah pergerakan abu, hingga kondisi atmosfer.
Berikut beberapa layanan yang dapat digunakan untuk memantau persebaran abu vulkanik
Gunung Anak Krakatau.
1. Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyediakan produk Citra Sebaran Abu Vulkanik yang menampilkan hasil analisis mengenai persebaran abu vulkanik.
Untuk mengaksesnya, masyarakat dapat membuka situs BMKG, kemudian memilih menu Cuaca, Satelit, dan Citra Sebaran Abu Vulkanik. Setelah itu, cari Gunung Anak Krakatau dan perhatikan citra terbaru beserta waktu pembaruannya.
Citra tersebut dapat digunakan untuk melihat wilayah yang masuk dalam area persebaran abu. Informasi yang ditampilkan dalam produk ini dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari Volcanic Ash Advisory Center atau VAAC Darwin.
2. Pantau SO2 melalui Windy
Selain abu vulkanik, masyarakat juga dapat memantau persebaran sulfur dioksida atau SO2, salah satu gas yang dapat dilepaskan ketika terjadi aktivitas vulkanik.
Pemantauan dapat dilakukan melalui situs Windy. Caranya, cari lokasi Anak Krakatau, kemudian buka menu Layers dan pilih SO2 atau Sulphur Dioxide.
Peta akan menampilkan pola persebaran SO2 di atmosfer. Windy juga menyediakan fitur
timeline yang dapat digunakan untuk melihat perubahan serta perkiraan pergerakan pada waktu berikutnya.
Namun, data SO2 pada Windy menunjukkan jumlah gas tersebut dalam kolom atmosfer, bukan pengukuran langsung konsentrasi SO2 di permukaan yang sedang dihirup masyarakat.
3. Pantau Sebaran Abu melalui abu.cikoytew.my.id
Masyarakat juga dapat menggunakan situs abu.cikoytew.my.id untuk memperoleh gambaran mengenai arah pergerakan abu vulkanik.
Situs ini bukan layanan resmi pemerintah. Layanan tersebut dibuat oleh warga Indonesia, Tri Purnomo Aji, dengan memanfaatkan data VAAC Darwin.
Pengguna dapat memilih gunung api yang ingin dipantau dan memasukkan kota yang ingin diperiksa. Situs tersebut kemudian menampilkan informasi mengenai jarak persebaran abu menuju kota, arah pergerakan, serta perkiraan pergerakan abu melalui fitur
timeline.
Meski dapat menjadi alat bantu pemantauan, informasi dari situs tersebut tetap perlu dipahami sebagai gambaran atau perkiraan, bukan pengganti informasi resmi dari pemerintah. Untuk informasi dan arahan terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG atau Badan Geologi, BNPB, serta pemerintah daerah. (Titik Nurmalasari)