Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan ada pembangunan terowongan penghubung antarmal di kawasan Senayan. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk bisa meningkatkan konektivitas pejalan kaki sekaligus bisa mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.
Terowongan untuk atasi kemacetan
Pramono Anung mendorong pembangunan terowongan penghubung antarmal yaitu
Plaza Senayan dan juga
Senayan City benar-benar bisa terwujud. Terowongan ini nanti diproyeksikan menjadi akses pejalan kaki sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan untuk berpindah dari satu gedung ke gedung lain.
Pembangunan terowongan nantinya diharapkan bisa mampu untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi di antara dua kawasan atau dua pusat perbelanjaan tersebut.
Mal yang akan terhubung terowongan
Pemprov DKI Jakarta melihat bahwa program ini nantinya optimistis bisa dilakukan. Tapi selain itu, rencana konektivitas ini selanjutnya juga akan menghubungkan beberapa titik, tidak hanya Plaza Senayan dan juga Senayan City saja.
Ada satu lagi kawasan, yaitu kawasan vital di Senayan juga, yaitu kawasan
Gelora Bung Karno yang kemudian nantinya akan terhubung. Jadi tiga kawasan ini setidaknya, yang nantinya akan dihubungkan oleh jembatan penghubung. Nantinya Pemprov DKI berharap seluruh kawasan bisa terintegrasi melalui jalur penjalan kaki bawah tanah.
Tujuan pembangunan terowongan
Pramono Anung juga menyatakan bahwa terowongannya nanti akan dibangun untuk bisa mendorong masyarakat supaya lebih banyak jalan kaki. Selain itu, konektivitas antar gedung diharapkan bisa mengurangi penggunaan kedaraan untuk perjalanan jarak pendek. Karena kebayangkan biasanya mereka yang sudah beraktivitas di Plaza Senayan, mau pindah ke Senayan City, biasanya harus memindahkan kendaraan mereka kalau mereka bawa kendaraan. Dengan demikian, kemacetan di kawasan Senayan ini diharapkan bisa berkurang.
Apalagi kalau di jam-jam rush hour, biasanya di kawasan itu memang kawasan yang padat begitu. Belum lagi di penyeberangan itu kadang suka ada ojek online yang biasanya suka menunggu pelanggannya di situ. Jadi tambah macet.
Peringatan untuk pengelola mal
Pramono Anung juga memberikan peringatan kepada pengelola mal, dan menegaskan apabila nantinya pengelola tidak bersedia untuk membangun konektivitas antarmal tersebut, DKI bisa mempertimbangkan adanya kenaikan pajak yang kemudian bisa direalisasikan kalau kemudian tidak diindahkan. Menurutnya, kurangnya konektivitas tur juga menyumbang kemacetan di kawasan Senayan tersebut Pemirsa.
Berikutnya, sebelum proyek dilaksanakan, DKI akan juga melakukan kajian teknis dan berkoordinasi dengan pengelola mal.
Jadi pembangunan terowongannya nanti ini diharapkan jadi bagian dari penataan kawasan Senayan agar bisa lebih terintegrasi dan ramah bagi pejalan kaki serta mendukung kelancaran lalu lintas di ibu kota.
Manfaat bagi masyarakat
Ada beberapa manfaat yang kemudian menjadi tujuan utama atau concern utama dari Pemirsa DKI Jakarta, satu terkait dengan kemacetan dan juga terkait dengan kenyamanan.
Jadi mereka, masyarakat yang beraktifitas di dua kawasan perbelanjaan tersebut juga bisa lebih nyaman begitu beraktifitasnya dan diharapkan nanti kalau di bawah ada jembat, ada terowongan penghubung itu, itu juga kemudian bisa banyak menggeliatkan ekonomi juga diharapkan karena ini kan grand desainnya seperti ini, jadi kalau kita lihat di penghubung di bawah, di terowongan itu, itu juga nanti bisa terhubung dengan pusat-pusat perbelanjaan lain dan mungkin bisa ditaruh juga UMKM-UMKM di situ atau produk-produk yang bisa kemudian dilihat oleh masyarakat.
Ini diharapkan bisa memberikan banyak manfaat begitu terkait dengan rencana ini. Tapi memang ribuan warga yang menanti untuk kemudian bisa program ini terealisasi juga bertanya kapan sebenarnya nanti bisa terealisasi. Kita akan tunggu nantinya bagaimana program ini benar-benar bisa dijalankan dan kapan targetnya akan selesai.