Begini Taktik Operation Epic Fury Hantam Radar hingga Pusat Komando Iran

5 March 2026 11:14

Jakarta: Serangan kilat dengan target presisi dan eksekusi dalam waktu singkat menjadi sorotan dunia internasional dalam operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.

Laporan media internasional, termasuk dari Financial Times, menyebut operasi ini dilakukan dengan strategi cepat, terukur, dan sangat terkoordinasi.

Target utama dalam operasi tersebut dilaporkan mencakup berbagai instalasi militer strategis milik Iran, mulai dari sistem pertahanan udara, instalasi radar, pusat komando militer, hingga fasilitas peluncuran rudal.
 

 

Strategi “Shock and Disruption”

Menurut sejumlah laporan media internasional, pendekatan yang digunakan dalam operasi ini dikenal sebagai strategi shock and disruption. Strategi tersebut bertujuan menghantam sejumlah titik vital secara hampir bersamaan agar sistem komunikasi dan koordinasi militer lawan terganggu sejak tahap awal serangan.

Ketika radar serta sistem deteksi tidak dapat berfungsi optimal, dan pusat komando kesulitan mengirim instruksi, kemampuan pertahanan disebut dapat menurun secara signifikan.

Teknologi Presisi dan Eksekusi Cepat

Operasi ini juga dilaporkan memanfaatkan kombinasi teknologi militer modern, termasuk rudal presisi jarak jauh serta dukungan pesawat pembom strategis.

Serangan dirancang untuk lebih dulu melumpuhkan kemampuan deteksi serta respons lawan sebelum dapat melakukan perlawanan secara terorganisir.

Sejumlah analis pertahanan yang dikutip media internasional menilai pola operasi seperti ini menunjukkan dominasi dalam aspek intelijen, pemetaan target, serta keunggulan teknologi militer.

Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bahwa pola perang modern semakin bergeser dari kekuatan konvensional menuju operasi berbasis presisi, kecepatan, dan data intelijen.

Potensi Eskalasi di Timur Tengah

Operasi ini menjadi perhatian dunia internasional karena dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara dan pengamat keamanan global kini memantau respons lanjutan dari pihak Iran serta kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.

Dinamika ini menunjukkan bahwa dalam konflik modern, kekuatan militer tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah persenjataan, tetapi juga oleh keunggulan teknologi, kecepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan koordinasi operasi secara presisi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)