Macron Desak Israel Hentikan Serangan Membabi Buta di Lebanon

29 May 2026 14:35

Presiden Prancis Emmanuel Macron melayangkan kritik tajam terhadap operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis waktu setempat, 28 Mei 2026, Macron menegaskan bahwa situasi di Lebanon saat ini sudah tidak dapat dipertahankan dan mendesak penghentian serangan segera.

Macron secara terbuka menyatakan apresiasinya terhadap komitmen tegas Indonesia dan Presiden Prabowo dalam mengupayakan perdamaian dunia, termasuk peran aktif Indonesia dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah antara Palestina, Lebanon, dan AS serta Zionis Israel.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi atas komitmen Anda, Bapak Presiden, serta komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus bekerja demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon," ungkap Macron yang dikutip Headline News pada Jumat, 29 Mei 2026.
 

Baca juga: Prabowo Hadiri Jamuan Santap Malam Kenegaraan di Istana Elysee

Di hadapan para awak media, Macron menekankan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terus-menerus Israel di wilayah Lebanon Selatan. Ia menyoroti dampak kemanusiaan yang sangat berat akibat eskalasi konflik ini.

"Saat ini serangan berlangsung secara membabi buta. Ada lebih dari 3.000 kematian, khususnya di Lebanon Selatan, dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi. Situasi ini tidak dapat dipertahankan dan tidak dapat diterima," ujar Macron.

Prancis kembali mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi pengeboman terhadap negara tetangganya tersebut. Macron menyerukan kembalinya jalur dialog dan pembangunan solusi yang permanen untuk menciptakan stabilitas di kawasan.

"Tidak ada yang membenarkan serangan yang dilakukan di Lebanon Selatan saat ini. Sekali lagi kami menyerukan untuk mengakhiri serangan-serangan ini, kembalinya perdamaian dan dialog, serta membangun solusi jangka panjang," tambahnya.

(Anggie Meidyana)