22 April 2026 15:05
Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di ujung ketidakpastian. Hingga kini, kedua pihak belum menemukan titik temu, bahkan berpotensi memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah.
Pengamat Timur Tengah, Tia Mariatul Kibtiah, menilai peluang tercapainya kesepakatan damai dalam perundingan lanjutan semakin kecil. Salah satu faktor utamanya adalah kekecewaan Iran atas tindakan AS, termasuk dugaan penyerangan kapal kargo Iran serta blokade di Selat Hormuz.
Menurut Tia, kondisi ini memicu perbedaan pandangan di internal Iran terkait kelanjutan negosiasi. Namun ia menegaskan, perbedaan tersebut bukanlah konflik perebutan kekuasaan, melainkan sekadar perbedaan sikap antara kelompok yang setuju dan menolak perundingan lanjutan.
“Saya pikir ini bukan perpecahan di internal Iran ya, ini persoalan agree or disagree. Jadi ada pihak atau kelompok yang setuju untuk dilakukan ronde dua dalam perundingan, ada kelompok yang tidak setuju di Iran itu demikian. Jadi bukan perpecahan berebut kekuasaan seperti yang digaungkan oleh Trump begitu,” ujarnya, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 22 April 2026.
Ia juga menyoroti langkah AS yang dinilai provokatif, termasuk blokade di Selat Hormuz yang selama ini merupakan jalur vital distribusi energi global. Tindakan tersebut dinilai memperburuk kepercayaan Iran terhadap proses diplomasi yang sedang berjalan.
Lebih lanjut, Tia menegaskan bahwa negosiasi tidak mungkin berlangsung jika salah satu pihak tidak hadir. Meski ada mediator seperti Pakistan, kedua pihak tetap harus terlibat secara langsung dalam perundingan.
Di sisi lain, Tia menyoroti sikap Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai sulit diprediksi. Pernyataan Trump yang berubah-ubah, mulai dari ancaman serangan hingga perpanjangan gencatan senjata, justru menambah ketidakpastian dalam proses negosiasi.
“Trump bisa berubah lagi pernyataannya, bisa tiba-tiba dia apa namanya menyatakan akan menyerang infrastruktur Iran lagi atau bahkan tiba-tiba bisa menyerang secara mendadak,” ucap Tia.