7 January 2026 11:21
Jakarta: Pernahkah Sobat MTVN Lens bertanya-tanya mengapa konten yang muncul di beranda media sosial Kamu terasa sangat akrab dengan minat Kamu? Hal ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil kerja algoritma media sosial, yaitu sebuah sistem pemrograman kompleks yang bertindak sebagai "otak" untuk menyaring dan mengatur konten berdasarkan relevansi.
Alih-alih menyusun konten secara kronologis, platform besar seperti Instagram, TikTok, hingga LinkedIn kini menggunakan algoritma untuk menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi. Prinsip utamanya sederhana: semakin relevan suatu konten dengan kebiasaan pengguna, semakin besar peluang konten tersebut muncul di beranda.
Menurut data dari Hootsuite dan Sprout Social, algoritma bekerja dengan mempertimbangkan tiga komponen utama dalam menentukan konten:
Selain faktor di atas, frekuensi penggunaan aplikasi juga berpengaruh. Pengguna yang jarang membuka aplikasi akan mendapatkan seleksi konten yang lebih ketat dibandingkan mereka yang aktif setiap jam.
Walaupun memiliki prinsip dasar yang sama, setiap platform memiliki prioritas sinyal yang unik. Instagram, misalnya, sangat memprioritaskan watch time dan shareability pada fitur Reels, sementara konten feed utamanya masih melihat interaksi tradisional seperti komentar dan simpan (save).
Berikut adalah perbedaan karakteristik algoritma pada berbagai platform populer:
Tujuan akhir dari semua sistem ini adalah untuk memastikan pengguna merasa betah dan menghabiskan waktu lebih lama di dalam platform. Dengan memahami logika ini, pengguna maupun kreator dapat lebih bijak dalam menavigasi ekosistem digital yang semakin personal dan dinamis.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)