Prabowo Tidak Akan Diam Hadapi Pelaku dan Dalang Aksi Rusuh

16 September 2026 14:52

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi aksi unjuk rasa yang berujung anarki hingga merusak fasilitas umum. Presiden Prabowo menyatakan siap menggunakan seluruh wewenang konstitusional berdasarkan UUD 1945 untuk menegakkan hukum demi menyelamatkan negara.

"Seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, dan menjaga perdamaian," ujar Presiden Prabowo, dalam program Presiden Prabowo Subianto Menjawab di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Rabu, 16 September 2026.

Pada dasarnya, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi Undang-Undang. Namun, dia menyayangkan munculnya kelompok anarkis yang mengotori aksi tertib mahasiswa dan masyarakat sipil. 

Presiden menilai aksi kerusuhan tersebut diduga dipicu oleh pihak-pihak yang merasa terganggu oleh langkah pemerintah dalam memberantas korupsi dan menertibkan praktik under invoicing. Praktik kecurangan laporan ekspor selama 34 tahun tersebut diperkirakan telah merugikan negara hingga USD908 miliar atau sekitar Rp15.000 triliun.

"30 tahun lebih kekayaan kita menurut saya diselewengkan oleh praktik under invoicing. Intinya adalah laporan palsu. Jadi dia eskpornya 100 ton, dia laporannya 50 ton. Ini kita hilang uang banyak sekali. Dalam 34 tahun kita hilang USD908 miliar, (setara) Rp15 ribu triliun," ungkap Presiden Prabowo. 
 

Baca Juga :

Presiden Prabowo Jawab Wacana Reshuffle: 2 Tahun Sudah Cukup untuk Membuktikan


Presiden Prabowo membeberkan fakta di lapangan, bahwa sebagian massa yang ditangkap mengaku tergiur oleh imbalan uang. Para pelaku di lapangan diketahui dibayar Rp100 ribu hingga dijanjikan Rp200 ribu, bahkan ada yang diberi obat-obatan. 

Aparat penegak hukum sedang mengusut aktor intelektual di balik pengerahan massa tersebut. Kabar terkininya sudah mau mengarah ke penangkapan.

"Anak-anak itu kalau kita kumpulkan ngaku dibayar Rp100 ribu, dijanjikan Rp200 ribu, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat dan sebagainya," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo kembali menyoroti adanya indikasi keterlibatan pihak asing. Menurutnya, pihak asing menginginkan Indonesia tetap lemah dan terpecah belah melalui penciptaan kerusuhan. 

Dia juga menyoroti ratusan remaja yang sempat diamankan saat aksi unjuk rasa. Presiden Prabowo meminta agar mereka dibina dan diberi pendidikan daripada dijatuhi hukuman berat.

"Yang 322 anak-anak itu, saya juga minta 'sudahlah'. kami minta ke orang tuanya biar kami bina. Kami kasih pendidikan," tuturnya.
 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X