17 September 2026 18:37
Banjarmasin: Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mencari 129 orang yang masih hilang dalam kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Operasi tersebut dilakukan dengan rencana membalikkan posisi kapal agar tim SAR dapat membuka akses dan melakukan pencarian di dalam kapal.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi salvage menjadi opsi, karena pencarian bawah air belum dapat dilakukan secara maksimal akibat kondisi cuaca. Arusnya juga begitu kuat mencapai enam hingga tujuh knot.
“Kami ingin membalikkan kondisi kapal ini, dan akan kami laksanakan pencarian di dalam kapal tersebut, dan kami akan evakuasi,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 17 September 2026.
Basarnas melibatkan tenaga ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat untuk melakukan observasi serta asesmen terhadap kondisi kapal. Hasil asesment akan menentukan peralatan dan metode yang digunakan dalam proses salvage.
Salah satu metode yang disiapkan adalah membalikkan posisi kapal menggunakan balon. Basarnas memperkirakan proses salvage dapat dilakukan sekitar 24 jam, tetapi durasinya dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
“Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai, baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi,” kata Syafii.
Pakar Hidrodinamika Perkapalan ITS Surabaya Prof I Ketut Aria Pria Utama menilai posisi KM Virgo masih memungkinkan untuk dibalikkan. Menurutnya, kapal masih memiliki daya apung karena belum kandas di dasar laut.
“Kelihatan dari video ini kan kapalnya masih mengapung begitu, tidak kandas di dasar laut, jadi masih ada gaya apung,” ujar I Ketut.
Ia menjelaskan masih terdapat ruang-ruang kedap di dalam kapal yang membuat daya apung tetap ada. Kondisi tersebut secara teoritis memungkinkan kapal untuk dibalikkan.
“Jadi masih ada ruang-ruang yang masih kedap sebenarnya di dalam. Jadi ada namanya buoyancy atau gaya apung. Secara teoritis itu masih bisa dibalikkan,” katanya.
Hingga empat hari pencarian, dari 243 orang yang tercatat dalam manifest, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara 129 orang lainnya masih belum ditemukan.