Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang.
Basarnas Libatkan Ahli dari Hong Kong dan AS Cari Korban KM Virgo Transport 8
Silvana Febiari • 17 September 2026 06:27
Banjarmasin: Basarnas menyiapkan operasi salvage dengan dukungan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperluas opsi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa di tengah kendala cuaca.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim ahli luar negeri dan dalam negeri akan mengobservasi serta mengasesmen kondisi kapal. Hasil asesmen akan menjadi dasar penentuan langkah operasi dan kebutuhan sarana prasarana untuk proses salvage.
“Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip dari Antara, Kamis, 17 September 2026.
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, atau rusak berat. Prosesnya meliputi pengamanan kapal, evakuasi korban, hingga pemindahan atau penarikan kapal dari lokasi kecelakaan.
Ia mengatakan tim di lokasi akan ditambah personel dan difasilitasi untuk melakukan observasi dari udara. Selanjutnya, tim kembali ke Banjarmasin untuk mengikuti rapat koordinasi berdasarkan hasil asesmen kondisi kapal.
Dari hasil rapat tersebut, katanya, tim akan menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Peralatan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kondisi dan kebutuhan operasi di lapangan.
Syafii mengatakan operasi salvage disiapkan jika cuaca buruk menghambat pencarian bawah air. Salah satu rencananya adalah membalikkan kapal dengan balon agar tim dapat mencari dan mengevakuasi korban.
Setelah proses SAR diyakini selesai, kapal baru akan ditarik untuk kepentingan penyelidikan atau investigasi. Pelaksanaan salvage akan menyesuaikan hasil observasi dan asesmen tim ahli terhadap kondisi kapal.
“Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui,” ujar Syafii.

Ilustrasi Medcom.id
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal tersebut mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan hingga pukul 22.00 WITA, Rabu, 16 September 2026. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan.