Tanah Masih Terus Bergerak, PWI LS Bojong Lakukan Evakuasi Barang Warga dan Salurkan Donasi

Zein Zahiratul Fauziyyah • 17 February 2026 11:58

Tegal: Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jateng, Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Pimpinan Cabang Kecamatan Bojong, Tegal, menyalurkan bantuan untuk para korban terdampak pada Minggu, 15 Februari 2026.

Bantuan tersebut dikrimkan dan diserahkan langsung ke posko tanggap bencana yang ada di desa tersebut. Puluhan anggota PWI LS Bojong secara bersama mengantarkan bantuan berupa makanan ringan seperti mie instan siap saji, kue ringan, air minum dalam kemasan, peralatan bayi dan barang keperluan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para korban.
 



Bantuan dibawa dengan menggunakan mobil pick up yang selanjutnya mobil tersebut digunakan untuk mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa dipergunakan. Bersama warga terdampak, anggota PWI LS Bojong sigap mengumpulkan barang-barang warga seperti lemari, kulkas dan lain sebagainya untuk diamankan di tempat pengungsian.

Sekjend PWI LS Bojong, Bahril Ulum, mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut tidak hanya sekali ini disalurkan. Akan ada sesi pengiriman bantuan berikutnya.

"Kami insya Allah tidak hanya sekali ini saja menyalurkan bantuan. Mudah-mudahan menjelang idul fitri nanti kita bisa kembali menyalurkan bantuan berupa makanan ringan, kue-kue lebaran serta baju-baju lebaran untuk para korban bencana itu," tutur Bahril.

Sementara itu, seorang korban, Sumiati menuturkan, tanah masih terus bergerak selama 13 hari ini. Tiap pagi hari kondisi desa selalu berubah sehingga mengakibatkan kerusakan desa makin bertambah parah. Hal ini ditandai dengan adanya peringatan di pintu masuk desa, yang menyebutkan jika kondisi tanah masih terus bergerak.

"Rumah saya sudah hancur. Kebetulan saya merantau di Jakarta. Mendengar ada bencana, saya langsung pulang, tapu ternyata rumah saya sudah tidak ada. Sedih sekali rasanya." ucap Sumiati.
 

Saat ditanya soal bantuan, Sumiati mengatakan, pihaknya merasa bersyukur karena bantuan datang dari berbagai daerah.

"Kalau bantuan, alhamdulillah, kami semuanya kenyang, berkah. Hanya satu yang membuat kami sedih, sekarang kami tak punya rumah dan tak punya desa," kata Sumiati.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 300 unit rumah yang mengalami rusak parah. Sebuah masjid yang berdiri megah dan kokok pun sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan. Sementara penduduk desa yang menjadi korban tercatat mencapai 1500 jiwa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)