Pemerintah Evaluasi Kepesertaan BPJS PBI dalam 3 Bulan

9 February 2026 15:31

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan beri masa transisi tiga bulan bagi 11 juta peserta bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan mendadak. Masa transisi dijalankan guna memberi waktu bagi Kementerian Sosial untuk mengevaluasi bantuan agar tepat sasaran.

"Bertambah 11 juta tapi kan tiga bulan kemudian ini kan akan dikasih waktu kalau habis ya. Kalau bisa pemutakhiran-pemutakhiran. Jadi dalam jangka pendek akan ada jumlah lebih di hari yang 96,8 juta itu. Tapi setelah tiga bulan kan akan balik ke level yang semula. Ini hanya untuk memberikan waktu kepada mereka. Jangan kagetlah atau kalau mau bayar bayar sendiri jadi tercover," kata dia dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Senin, 9 Februari 2026.

"Jadi yang kemarin enggak adilnya kenapa? Karena tiba-tiba di bulan Februari ada 11 juta dalam satu bulan kan kaget semua karena belum ada pentahapan-tahapan yang terukur waktu. Sebelum-sebelumnya cuma satu juta, dua juta, paling banyak tiga juta. Tapi enggak satu bulan 11 juta kan 10 persen tiba-tiba enggak bisa dapat akses. Pasti ada yang banyak yang kena ini yang menimbulkan kemarin mungkin banyak protes," sambungnya.
 


Di masa transisi, kepersertaan PBI BPJS akan ditinjau ulang apakah sudah efektif dan tepat atau justru bantuan tidak tepat sasaran. Bagi kepesertaan yang tidak tepat sasaran maka akan dihapus kepesertaan PBI-nya.

"Ini diperbaiki dengan sistem tadi nanti ke depan tiga bulan kalau dia enggak masuk ini dia akan diberitahu tiga bulan sebelumnya jadi sosialisasinya akan ditingkatkan lebih baik lagi," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)