5 September 2026 16:33
Manggarai Barat: Sejumlah siswa SDI Jarak, Desa Golomori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa belajar di tenda darurat dan bawah pohon setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 merusak bangunan sekolah mereka.
Kegiatan belajar mengajar kini dilakukan di luar ruang kelas. Sebagian siswa mengikuti pembelajaran di dalam tenda darurat, sementara lainnya belajar di bawah teduh pohon dengan guru yang tetap memberikan materi secara langsung.
Bangunan SDI Jarak mengalami sejumlah kerusakan. Retakan terlihat pada lantai dan dinding ruang kelas, sedangkan beberapa bagian atap juga rusak. Puing-puing masih terlihat di sekitar bangunan.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah belum berani menggunakan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Kerusakan bangunan telah dilaporkan kepada pihak terkait dan sekolah masih menunggu pemeriksaan serta asesmen lebih lanjut.
Kepala SDI Jarak Hermelinda Lidi mengatakan proses tindak lanjut terhadap kondisi gedung sekolah masih dilakukan.
"Mengenai gedungnya kami sudah melapor, dan kami sudah melapor meninjau kembali oleh tim-tim yang sudah kami lapor," kata Hermelinda dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026.
Sebelum kembali belajar tatap muka, sekolah sempat menerapkan pembelajaran daring selama sekitar dua pekan. Namun, metode tersebut tidak berjalan maksimal karena sejumlah siswa tidak memiliki telepon pintar.
Baca Juga :
"Kami melaksanakan kurang lebih selama ini dua minggu melaksanakan kegiatan KBM melalui daring, tapi tidak terkoneksi dengan baik karena ada beberapa anak-anak yang tidak memiliki HP," ujarnya.
Sekolah kemudian kembali menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem bergantian. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap hari hanya dua kelas yang mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Meski berlangsung dalam keterbatasan, antusiasme siswa untuk kembali belajar tetap tinggi. Interaksi langsung dengan guru dinilai penting setelah sebelumnya mereka mengikuti pembelajaran secara daring.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sebanyak 253 fasilitas pendidikan di tujuh kabupaten di Flores terdampak gempa. Pemerintah juga telah menyiapkan 50 tenda kelas darurat beserta perlengkapan sekolah dan bantuan lainnya.
Di tengah kondisi sekolah yang belum sepenuhnya pulih, guru dan siswa SDI Jarak tetap berupaya menjaga kegiatan belajar mengajar. Kerusakan bangunan tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses pendidikan.